Udin-Edison Siap Realisasi Program Sapta Cita

Keterbukaan lapangan pekerjaan masih menjadi permasalahan yang cukup rumit teratasi di Kota Pangkalpinang

Udin-Edison Siap Realisasi Program Sapta Cita
istimewa
Calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof H Saparudin MT PhD menggelar kegiatan tatap muka bersama warga, Senin (12/3) malam. 

POSBELITUNG.CO--Keterbukaan lapangan pekerjaan masih menjadi permasalahan yang cukup rumit teratasi di Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Kepulauan Bangka Belitung.

Permasalahan ini juga diakui oleh dua orang pria asal Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Girimaya Pangkalpinang dalam kegiatan tatap muka bersama Calon Wali Kota Pangkalpinang, Prof H Saparudin MT PhD, Senin (12/3) malam.

Satu di antaranya Dodi (23) yang mengakui sudah menganggur sekitar empat tahun dan kini masih belum memperoleh pekerjaan layak.

"Saya tamatan SMA, tetapi sudah empat tahun terakhir ini saya menganggur. Padahal sudah berkali-kali saya melamar pekerjaan apa pun sesuai dengan pendidikan saya," ujar Dodi saat menghadiri kegiatan.

Ia mengakui hingga kini masih terus berusaha mencari pekerjaan ke berbagai perusahaan swasta bahkan ke toko-toko.

"Cukup bosan juga harus di rumah terus. Hanya saja terkadang ikut teman kalau ada kerja borongan. Tetapi harapan saya mau dapat pekerjaan yang tetap, bukan kalau ada momentnya saja. Karena kalau selesai, sudah tidak ada lagi," jelasnya.

Hal senada diungkapkan Indra (34) terkait masih kesulitannya mencari pekerjaan. Padahal, katanya dirinya siap untuk bekerja dengan tim jika memang dibutuhkan walaupun diakuinya hanya tamatan SMA.

"Saya rasa tidak hanya saya saja yang merasa sulit mencari pekerjaan. Tetapi sampai sekarang memang belum ada yang merespon lamaran pekerjaan yang saya kirimkan ke perusahaan-perusahaan," jelas Indra.

Menanggapi hal itu, Prof H Saparudin MT PhD mengakui sudah merancang secara matang konsep penanggulangan yang akan berdampak pada menurunnya tingkat pengangguran di Pangkalpinang.

Dirinya telah memetakan pembukaan lapangan pekerjaan dari tiga sektor utama yakni jasa, perdagangan dan industri.

Menurutnya, dari tiga sektor inilah akan ada 7.000 ribu lapangan pekerjaan yang direncanakannya dalam Sapta Cita dapat terealisasi.

"Sesuai dengan data statistik kita memfokuskan pada pembukaan lapangan pekerjaan di sektor jasa, perdagangan dan industri. Dimana jasa sekitar 30 persen, perdagangan 30 persen dan industri lima persen menyerap tenaga kerja. Itu dari data Pangkalpinang dalam angka. Selebihnya adalah sektor lainnya," kata pria yang akrab disapa Udin ini.

Pihaknya melansir dari data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) Pangkalpinang pada tahun 2015 sebanyak 10.513 orang yang mencari kerja pada rataan usia 15 tahun ke atas.

Dari total tersebut, sekitar 6.680 laki-laki diketahui dalam masa pencarian kerja, sedangkan perempuan berkisar 3.833 orang. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help