Ceng Beng Wujud Bakti Kepada Para Leluhur

Kedatangan peziarah, tak hanya dari warga Tionghoa yang berdomisili di Belitung saja.

Ceng Beng Wujud Bakti Kepada Para Leluhur
Posbelitung/suharli
Warga Tionghoa membersihkan dan sembahyang menjelang perayaan Ceng Beng,(19/2/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG, BELITUNG - Berbeda dengan hari-hari biasanya, hari ini Senin,(19/3) Pemakaman Umum Warga Tionghoa di Pilang Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan jalan pilang di datangi warga keturunan Tionghoa, untuk membersihkan kuburan para leluhur mereka, (19/3/2018).

Mendekati hari perayaan Ceng Beng yang biasanya jatuh pada tanggal 5 april nanti, warga keturunan Tionghoa mulai ziarah membersihkan makam dan sembahyang untuk mehormati para leluhurnya. kedatangan peziarah, tak hanya dari warga Tionghoa yang berdomisili di Belitung saja, namun dari luar pulau Belitung pun sengaja datang untuk melakukan ziarah kubur.

Aryana (75) misalnya warga Tionghoa yang sudah menetap di Bandung jauh-jauh hari sebelum perayaan Cengbeng sudah datang ke Belitung untuk membersihkan Makam kuburan orang tuanya.

"Setiap tahun saya sengaja datang untuk memberikan penghormatan kepada leluhur dan orang tua saya" ungkapnya ditemui usai ziarah.

Aryana bersama anaknya membakar beberapa dupa, sembari memberikan penghormatan di depan makam, didepannya nampak beberapa jenis buah-buahan dan kertas sembahyang yang tersusun rapi diatas Makam

Di lansir dari Wikipedia Ceng Beng merupakan suatu hari ziarah tahunan bagi etnis Tionghoa. Hari Ceng Beng biasanya jatuh pada tanggal 5 April untuk setiap tahunnya. Warga Tionghoa biasanya akan datang ke makam kuburan orang tua atau leluhur untuk membersihkannya dan sekalian bersembahyang di makam tersebut,
sambil membawa buah-buahan, kue-kue, makanan, serta karangan bunga.

"Sejauh apapun, meskipun dari luar negeri, pasti akan datang untuk membersihkan makam orang tua dan leluhur sebelum perayaan Ceng Beng" ungkap Aliman yang juga sedang membersihkan makam kuburan kakeknya.

Aliman bersama saudaranya Alika yang berdomisili di Jakarta sengaja datang ke Belitung untuk membersikan makam kakeknya, menurut Aliman Ceng Beng sebagai wujud penghormatan dan Bakti kepada Leluhurnya.

"Ini juga untuk mengenalkan kepada anak-anak dan cucu sebagai wujud Bakti kepada leluhur kita dan mengingatkan akan jasa para leluhur," ungkap Aliman (19/3).

Dijelaskan dari Aliman setiap keluarga datang menjelang perayaan Ceng Beng, untuk membersihkan makam leluhur setelah tahun baru Imlek, dimana yang melakukan pembersihan makam adalah anak dan cucu yang sudah di tinggalkan.

Aliman dan Alika memilih membersihkan dan mengecat Makam kakeknya sendiri bukan tanpa alasan, "suasana dan makna Ceng Beng-nya lebih kerasa kalau bisa langsung membersihkan makam leluhur," tutup Aliman. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help