Polda Babel Gencar Imbau Masyarakat Perangi Berita Hoax

Polri terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memerangi berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial

Polda Babel Gencar Imbau Masyarakat Perangi Berita Hoax
Bangkapos/irakurniati
Kabid Humas Polda kepulauan Bangka belitung, AKBP Abdul Mun'im 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

POSBELITUNG.CO-- Polri terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk memerangi berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial yang dapat memecah belah bangsa.

Terkait hal ini Kabid humas Polda Babel, AKBP Abdul Mun'im gencar mengimbau kepada seluruh masyarakat di Bangka Belitung agar turut membantu memelihara stabilitas keamanan bangsa Indonesia, dengan tidak mempercayai berita negatif yang beredar.

"Berita Hoax dan Ujaran Kebencian bisa memecah belah bangsa. Apa mau kita terpecah belah? Makanya kita ajak semua masyarakat utk perangi dan cegah hoax maupun ujaran kebencian," tegas AKBP Abdul Mun'im, Selasa (20/3/2018).

Dia menuturkan penyebar hoax ataupun berita bohong ini bisa dijerat Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam pasal tersebut disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

"Karena menyebarkan berita Hoax itu bisa terancam pidana UU ITE. Jangan beranggapan bahwa menyebarkan berita hoax di media sosial dengan gunakan akun abal abal, tidak akan terlacak. Ingat, semua postingan negatif melalui medsos, akan terlacak oleh Polri. Makanya jangan coba coba menyebarkan berita Hoax," tuturnya.

Selain itu, dia menambahkan setiap adanya berita harus diklarifikasi. Jangan mudah memviralkan berita hoax yang belum tentu kebenarannya. (*)

Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved