Kelompok Arsel Angkat Bicara Terkait Penolakan Warganet Terhadap Spot Mobil Terbang

Pengelola Bukit Paramun, Kelompok Arsel mengaku spot mobil terbang sudah berdasarkan kajian dan mengantongi izin.

Kelompok Arsel Angkat Bicara Terkait Penolakan Warganet Terhadap Spot Mobil Terbang
istimewa
Spot Mobil Terbang di Bukit Paramun 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Menindaklanjuti keberatan terkait spot mobil terbang, pengelola Bukit Peramun,  Ketua Arsel Adong mengatakan mereka  membuat spot tersebut berdasarkan kajian dan analisa.

Bukit Peramun juga menjadi satu diantara Hutan Kemasyarakatan (HKM) sehingga pengelolaan setiap bagian melalui persetujuan.

"Kami tidak asal buat, tapi pembuatan spot tersebut telah termasuk dalam RKT (Rapat Kerja Tahunan) melalui musyawarah kelompok," ujarnya Sabtu (24/3/2018).

RKT tersebut telah disampaikan dan disetujui Dinas Kehutanan dengan berpedoman peraturan dari Kementerian Kehutanan.

Bahkan disampaikan Adong, berdasarkan Undang-undang mengenai Pemanfaatan Jasa Lingkungan, boleh dimanfaatkan dan dikelola sebanyak 10% dari kawasan HKM tersebut.

Dalam pembuatannya pun, dana dikeluarkan oleh kelompok agar hasilnya pun benar-benar menjadi milik masyarakat.

"Kami siap bongkar kalau ini merusak lingkungan berdasarkan analisa dan kajian yang jelas," tegas Adong.

Ia menambahkan, tidak ada niat untuk merusak lingkungan, karena semuanya dilakukan demi menarik pengunjung yang pada kelanjutannya dapat mendukung pariwisata.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help