Home »

Lokal

Warga Kurai Hilang Tenggelam saat Membawa Kayu di Sungai Kurau

Mamak (59) warga Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah hilang tenggelam di sungai Kurau

Warga Kurai Hilang Tenggelam saat Membawa Kayu di Sungai Kurau
ist
Mamak (59) warga Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah hilang tenggelam di sungai Kurau, pada Sabtu (31/3/2018) pukul 13.30 WIB hingga kini belum juga ditemukan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

POSBELITUNG.CO--Mamak (59) warga Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah hilang tenggelam di sungai Kurau, pada Sabtu (31/3/2018) pukul 13.30 WIB hingga kini belum juga ditemukan.

Diketahui hilangnya Mamak berawal saat posisi korban sedang berada di atas kapal bersama anaknya menarik kayu untuk kelengkapan bagan mereka, namun saat kejadian anak korban yang saat itu sedang menyopir kapal tidak lagi melihat korban, yang berada di belakang atau burit kapal, ia menduga korban tenggelam jatuh ke dalam sungai.

"Pada Sabtu kemarin sekitar 13.30 WIB, bersama anaknya menyusuri alur Sungai Kurau ke Penyak. Tanpa diketahui penyebabnya, korban tidak lagi berada di atas motor yang tiba tiba hilang tanpa disadari oleh anaknya yang saat itu ada pada posisi depan. Pada saat anak liat ke belakang ternyata si korban sudah tidak ada, maka dIlakukan pencarian," ujar Kepala BPB Kesbangpol Bangka Tengah Amran kepada posbelitung.co, Minggu (1/4/2018)

Ia menambahkan sejak dilaporkan hilang, telah diterjunkan 60an orang personil, dengan kekuatan empat kapal pencari atau dolpin. Personil berasal dari BPB Kesbangpol Bangka Tengah, BPBD Provinsi dan Basarnas, dibantu masyarakat nelayan setempat dan beberapa relawan PMI Bateng.

"Hingga waktu dua kali 24 jam, korban belum ditemukan, meskipun telah dilakukan penyisiran dari Sungai Kurau sampai titik diperkirakan lokasi tenggelamnya korban alur sungai Penyak," lanjutnya.

Ia mengatakan kesulitan pencairan karena kendala cuaca yang tidak mendukung. Hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung selama dua hari proses pencarian, disertai petir yang dikhawatirkan mengancam keselamatan petugas.

"Hingga malam ini belum ketemu. Penyebabnya bisa jadi korban telah terseret arus air yang sangat deras, dan tersangkut di kedalaman air sungai yang diperkirakan mencapai lima meter lebih," ungkapnya.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan warga, korban dikenal sebagai nelayan yang pandai berenang. Namun kemungkinan korban mengalami cedera sebelum jatuh dan terseret arus sungai.

"Karena kendala penerangan dan hujan disertai petir, pencarian hanya dilakukan pada siang hari. Setelah dua hari pencarian, selanjutnya dilanjutkan besok. Kemudian akan dievaluasi untuk upaya selanjutnya," tuturnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help