Usai Ritual Adat Selama Tiga Hari 3 Malam Nelayan tak Boleh Melaut

Ritual ini juga menggambarkan aktivitas leluhur mereka yang juga sering dikenal sebagai suku laut atau biasa dikenal suku sawang.

Usai Ritual Adat Selama Tiga Hari 3 Malam Nelayan tak Boleh Melaut
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kapal Mini sebagai media ritual adat selamat laut, Minggu (8/4) ketika hendak dilepas ke perairan laut Gusong Cine. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Ratusan orang, Minggu (8/4/2018) memadati pesisir pantai Gusong Cine, Dusun Lidun, Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Mereka hadir di perkampungan tersebut untuk mengikuti prosesi kebudayaan selamat laut. Ritual adat yang menjadi agenda tahunan ini, dipimpin langsung oleh Dukun Kampong Mariyadi. Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati (Wabup) Belitung Timur Burhanuddin (Aan).

Prosesi adat tersebut terpusat di salah satu rumah warga setempat. Setelah dukun kampung melaksanakan ritual adat dengan 'media' ritual sebuah kapal mini, yang berisi ikan, telur, beras kuning, kepala, kepiting dan gandum.

Kemudian kapal mini dibawa oleh rombongan warga ke tengah laut dengan menggunakan sebuah kapal boat. Ritual adat ini sebagai bentuk syukur warga atas hasil laut yang mereka dapat.

"Ini sebagai wujud syukur kami kepada laut yang menjadi mata pencarian kami di sini. Selama tiga hari tiga malam, nelayan tidak boleh melaut setelah ritual adat ini," kata Mariyadi kepada posbelitung.co, Minggu (8/4/2018).

Ritual ini juga menggambarkan aktivitas leluhur mereka yang juga sering dikenal sebagai suku laut atau biasa dikenal suku sawang. 

Kegiatan yang motori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim tersebut, dihadiri oleh Kades Batu Penyu Fhilip Turi, Sekretaris Camat Gantung Erwan, Kapolsek Gantung AKP Ricky Dwiraya Putra. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help