Perburuan Penyihir Terus Dilakukan, Walau Enam Negara Ini Akui Keberadaannya

Kepercayaan akan sihir sudah ada sejak ribuan tahun silam. Pada abad 15, jutaan

Perburuan Penyihir Terus Dilakukan, Walau Enam Negara Ini Akui Keberadaannya
Ilmu hitam 

POSBELITUNG.CO -- Kepercayaan akan sihir sudah ada sejak ribuan tahun silam.

Pada abad 15, jutaan orang dieksekusi dan dibunuh karena menjalankan praktek tersebut.

Bahkan di masyarakat modern, perburuan terhadap praktek sihir masih diperberlakukan.

//

Dilansir TribunTravel.com dari laman listmaze.com, 6 negara yang masih percaya keberadaan penyihir.

1. Arab Saudi

Arab Saudi memiliki undang-undang yang sangat ketat terhadap praktik sihir.

Mereka bisa dihukum mati jika berani mempraktekkannya.

Tak peduli meski mereka adalah orang asing.

Pada November 2009, lebih dari 100 orang ditangkap karena berlatih sihir menggunakan kitab suci.

Ada banyak kasus praktik sihir di mana orang diberi hukuman mati.

Dari tahun 2006 sampai 2012 banyak orang dieksekusi karena berlatih ilmu hitam di Arab Saudi.

Warga negara lain juga tidak luput dari eksekusi.

Beberapa dipukuli di depan umum sementara yang dipenggal kepalanya.

2. Tanzania

Perburuan penyihir sangat lazim di Tanzania.

Setiap tahun hampir 1000 orang dieksekusi karena berlatih ilmu sihir di negara ini.

Tanzania dikenal memiliki praktik perburuan penyihir paling intens di seluruh Afrika.

Perburuan penyihir di Tanzania sangat kejam dan brutal.

Wanita lanjut usia di Tanzania adalah yang paling sering menjadi korban.

Pada 2014, 23 orang ditangkap karena membunuh 7 'penyihir'.

Banyak penduduk desa melarikan diri karena meningkatnya perburuan penyihir.

Korban diserang dengan senjata mematikan seperti parang.

Hanya sedikit yang dibakar hidup-hidup di dalam rumah mereka.

3. Papua Nugini

Ada 2 jenis sihir yang dipercaya di sana.

Pertama sihir putih.

Sihir ini dianggap legal karena bertujuan baik dan sebagai media penyembuh.

Kedua, sihir hitam.

Sihir ini dianggap ilegal dan bisa menyebabkan 2 tahun penjara.

Laporan pemerintah menunjukkan ada peningkatan insiden penyiksaan dan pembunuhan di luar hukum yang berkaitan dengan penyihir.

150 insiden pembunuhan terkait pembunuhan penyihir dan kekerasan dilaporkan setiap tahun.

4. Zambia

Mempraktikkan ilmu sihir bertentangan dengan hukum di Zambia.

Seperti negara-negara Afrika lainnya, praktik perburuan penyihir lazim terjadi di Zambia.

Keyakinan takhayul orang-orang Zambia yang menyebabkan pembunuhan mengerikan dan pembunuhan dengan kekerasan atas nama sihir dan ilmu hitam.

Selama akhir 1920-an kelompok Bamucapi melakukan penyiksaan, tuduhan sihir ilegal, pemerasan dan penyitaan properti penyihir yang dituduhkan.

Pemburu penyihir seperti itu masih ada sampai hari ini dan mereka beroperasi di bawah tanah.

5. Kenya

Perburuan penyihir biasa terjadi di Kenya yang mencakup, menghukum para penyihir di depan umum dan menjalankan hukuman mati.

Pada 2008, sekelompok penduduk Kenya membakar 11 orang yang diduga penyihir di depan umum.

Pada 2013, seorang wanita diseret ke luar rumahnya , dilucuti pakaiannya dan dipukuli dengan parang.

Pada tahun yang sama seorang pria dibakar sampai mati di depan umum.

6. Gambia

Pada 2009, menurut organisasi hak asasi manusia Amnesty International, lebih dari 1000 orang yang dituduh sebagai penyihir dikunci di lokasi rahasia dan dipaksa untuk minum cairan berbahaya.

Cairan berbahaya tersebut menyebabkan masalah ginjal dan setidaknya dua orang meninggal akibatnya.

Banyak orang di antara mereka dipukuli dan disiksa.

Ada laporan yang menunjukkan bahwa otoritas dan pemerintah Gambia memiliki kaitan dengan perburuan penyihir yang mematikan di negara ini.

Banyak orang melarikan diri dari Gambia karena perburuan penyihir brutal yang dilakukan.

(TribunTravel.com/Ambar Purwaningrum)

Editor: ismed
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help