Advertorial

Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine

Ritual Selamat Laut ini merupakan wujud syukur masyarakat nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil melaut.

Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine - potong-tumpeng-pada-acara-selamat-laut-di-pesisir-pantai-gusong-cine-dusun-lidun_20180409_102514.jpg
Pos Belitung/Suharli
Potong tumpeng pada acara Selamat Laut di pesisir Pantai Gusong Cine Dusun Lidun, Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.
Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine - warga-desa-penyu-membawa-perahu-miniatur-yang-akan-di-lepas-di-tengah-laut_20180409_102624.jpg
Pos Belitung/Suharli
Warga Desa Penyu membawa perahu miniatur yang akan di lepas di tengah laut.
Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine - miniatur-perahu-kecil-diarak-warga-desa-menuju-pelabuhan-gusong-cine_20180409_102748.jpg
Pos Belitung/Suharli
Miniatur perahu kecil diarak warga desa menuju pelabuhan Gusong Cine.
Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine - ritual-selamat-laut-oleh-dukun-kampung-desa-batu-penyu_20180409_102855.jpg
Pos Belitung/Suharli
Ritual Selamat Laut oleh Dukun kampung Desa Batu Penyu.
Wakil Bupati Belitung Timur Buka Selamat Laut, Ritual Adat di Pantai Gusong Cine - tarian-selamat-datang-dari-sanggar-tari-kembang-kundor-gantung_20180409_102935.jpg
Pos Belitung/Suharli
Tarian selamat datang dari Sanggar Tari Kembang Kundor Gantung.

POSBELITUNG.CO- Ratusan warga memadati pesisir Pantai Gusong Cine di Dusun Lidun, Desa Batu Penyu, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Warga hadir di pantai itu untuk mengikuti prosesi adat Selamatan Laut. Kegiatan ritual adat ini dibuka Wakil Bupati Beltim, Burhanudin (Aan).

Ritual Selamat Laut ini merupakan wujud syukur masyarakat nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil melaut.Ritual yang menjadi agenda tahunan ini dipim­pin Dukun Kampung Mariyadi. Ikut hadir pada kegiatan itu Wakil Bupati Beltim Burhanudin, Kepala Desa Batu Penyu Fhilip Turi, Sekretaris Camat Gantung Erwan, dan Kapolsek Gantung AKP Ricky Dwiraya Putra.

Kegiatan yang dimotori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim ini dipusatkan di salah satu rumah warga setempat. Ritual adat ini sebagai bentuk melestarikan adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat yang memiliki mata pencarian di laut.

“Ini sebagai wujud syukur kami kepada laut yang menjadi mata pencarian kami disini. Selama tiga hari tiga malam, nelayan tidak boleh melaut setelah ritual adat ini,” kata Mariyadi di sela kegiatan, Minggu (8/4).

Ritual ini juga menggambarkan aktivitas leluhur yang sering dikenal sebagai Suku Laut atau Suku Sawang.

Sebuah kapal kecil menjadi media pada pelaksanaan ritual adat ini. Kapal kecil berwarna coklat muda itu berisi ikan, telur, beras kuning, kepala, kepiting dan gandum. Lantas kapal kecil itu diangkut warga ke tengah laut menggunakan sebuah kapal motor nelayan.

Prosesi adat ini  untuk menjaga keselamatan masyarakat nelayan. “Kalau ada warga luar kampung sini ingin melaut kesini, silahkan tegur, sebut kami baru selesai melaksanakan selamat laut. Setelah tiga hari tiga malam, silahkan kalau mau melaut,” kata Mariyadi.

Ia berpesan agar masyarakat saling menjaga perairan laut. Terutama tidak membuang sampah di pesisir pantai.

Wakil Bupati Beltim Burhanudin membuka kegiatan ritual adat Selamatan Laut ini. Ditandai pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada dukun kampung Mariyadi. Pontong tumpeng ini sebagai tanda syukur warga sekitar lantaran perkampungan Gusong Cine saat ini sudah memiliki listrik dan jalan beraspal.

Aan mengatakan prosesi adat ini merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Belitung Timur. Ini merupakan suatu bentuk ritual adat yang dilakukan oleh warga setempat dan tentunya harus dilestarikan.

“Namun yang harus menjadi catatan, ritual adat ini jangan hanya dilakukan secara monoton setiap tahun. Tapi harus ada variasi-variasi sehingga ini menjadi sebuah kebudayaan yang memiliki nilai pariwisata yang sangat luas,” kata Aan. (Pos Belitung/ Disa Aryandi)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved