Home »

Lokal

Gapabel Sesalkan Pembalakan Pohon di HP Gunung Duren, Jenis Pohon yang Ditebang Termasuk Langkah

Ketua Gapabel menyesalkan adanya aksi pembalakan pohon secara liar. Terutama terhadap pohon meranti yang dinilai spesies nya langka

Gapabel Sesalkan Pembalakan Pohon di HP Gunung Duren, Jenis Pohon yang Ditebang Termasuk Langkah
Pos Belitung/Disa Aryandi
Pembalakan pohon meranti, Jumat (13/4) di kawasan HP Gunung Duren, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung. 

"Jadi ada masyarakat juga yang jaga dari dulu, kami juga. Termasuk dulu yang neratas - neratas sampai sekarang kami dengan sebagian masyarakat disini. Rata - rata pohon yang besar - besar itu Meranti," kata Kassubbag TU UPTD KPHP Gunung Duren Belitung Timur Yono Cahyono kepada posbelitung.co, Minggu (15/4/2018).

Gunung Duren, terutama pohon meranti tersebut merupakan sumber benih yang tetap dilestarikan hingga sekarang. Oleh sebab itu, terdapat perlakuan khusus terhadap pohon yang sudah berumur ratusan tahun tersebut.

"Ini tanaman alami dan tidak pernah ditebang. Tamanan lain seperti alang - alang kami tebas, dan kami singkirkan habis itu pohon meranti yang kami tinggalkan," ujarnya.

Pohon meranti itu, kata Yono, sengaja memang dipertahankan. Sebab pohon tersebut memiliki peruntukan tersendiri, baik buat penelitian, pariwisata maupun jasa lingkungan lainnya.

"Ya harapan kami, siapa tau ada pihak terkait ingin mengelola hutan itu, bisa kerjasama dengan kami KPA. Ya sejauh ini kami melakukan pemeliharaan dan melakukan penjagaan hutan itu," ucapnya.

Sebelumnya, hutan Gunung Duren zona tertentu itu sempat di inventarisir oleh peneliti asal Denmark, peneliti IFSC. Sehingga pohon meranti tersebut sudah teregistrasi di Negara Denmark.

Selain pohon Meranti, yang menjadi andalan Gunung Duren itu, terdapat berbagai hayati langkah didalam belantara hutan rimba tersebut. Juru Kunci hutan Gunung Duren Kamal (70) sering melihat hewan yang sudah mulai funa masih berkeliaran.

"Rusak, kijang pelandok, kera dan banyak lagi lah. Saya sering ketemu kalau masuk ke hutan, karena kan rutin saya kesini (hutan Gunung Duren). Bekas - bekas gesekan tanduk rusa dipohon juga sering saya temukan," beber Kamal. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help