Meski Keluarkan Pistol dan Ngaku Polisi, Pria Ini Jadi Korban Kebrutalan Kelompok Preman

Meski sudah menunjukkan identitas diri sebagai polisi, sejumlah preman ini tak mau diam dan nekat lakukan ini

Meski Keluarkan Pistol dan Ngaku Polisi, Pria Ini Jadi Korban Kebrutalan Kelompok Preman
net
Polisi yang dikeroyok preman 

Bahkan, para pelaku sempat merampas senjata api revolver milik Eric.

"Karena terdesak, ET kemudian lompat ke sungai menyelamatkan diri. Saat ini ia masih diopname di Rumah Sakit Bhayangkara," terang Maringan.

Salah satu warga berinisial DN yang ditemui di Kampung Kubur menyebut pelaku penganiayaan terhadap Eric ada lima orang. Mereka adalah Ayub, Karen, Ramki, Wasen, dan Ajay.

"Kelima pelaku ini mabuk saat menganiaya ET. Jadi, Ayub ini otak pelakunya," ungkap DN.

Dari informasi diperoleh Tribun, salah satu pelaku bernama Karen disebut-sebut pernah ditahan Polrestabes Medan pada 2015 lalu.

Karen ditangkap karena dikabarkan pernah menembak sejumlah wartawan yang melakukan peliputan dengan menggunakan airgun.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, lima orang preman yang menganiaya Bripka Eric masih diburu.

Pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Bahkan, kata Maringan, setelah kejadian Kampung Kubur yang dikenal sebagai basis peredaran narkoba sudah beberapa kali disisir petugas.

"Kami memohon doanya agar para pelaku ini segera ditangkap. Untuk senjata api milik ET, sudah kami temukan kembali," ungkap Maringan.

Perwira berpangkat dua melati emas di pundak ini mengatakan, senjata api milik Eric ditemukan di rumah ibu tiri salah satu tersangka.

"Setelah kejadian, anggota Subdit III yang dipimpin AKP Fery turun ke lokasi mencari senjata itu. Dan sekarang senjatanya sudah diamankan," pungkas Maringan.

Di RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Eric yang menjalani perawatan belum bisa dijenguk. Sejumlah perawat melarang awak media untuk sekadar melihat kondisi terakhir Eric.(cr9/akb)
 

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help