Asal Usul Timah Jadi Sorotan Apple, Walhi Soroti Timah Ilegal

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Babel menyoroti maraknya ilegal mining yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Asal Usul Timah Jadi Sorotan Apple, Walhi Soroti Timah Ilegal
ist/satpol pp kabupaten bangka
Petugas Satpol PP Kabupaten Bangka bersama Polres Bangka saat melakukan razia, Senin (16/4/2018) di tambang dekat sumber air baku PDAM Tirta Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

POSBELITUNG.CO --Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Babel menyoroti maraknya ilegal mining yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pasalnya ilegal mining ini juga menjadi perhatian perusahaan elektronik dunia seperti Apple yang mempersoalkan asal timah dari Indonesia.

Diakui Direktur Walhi Babel Babel Ratno Budi ilegal mining ini diantaranya menambang di luar konsesi, menambang dilokasi tanpa izin termasuk di kawasan hutan.

"PT Timah Tbk jangan juga dia PD dengan memiliki konsesi besar di daratan hampir 350 hektar terus juga ada dikawasan hutan. Data-data yang kami kumpulkan tidak semua IUP yang aktif dan sedang beroperasional beraktivitas clear, artinya clear dia memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan. Padahal sekarang pemerintah pusat tidak lagi memberikan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk aktifitas pertambangan. Apalagi ditemukan aktivitas tambanh di hutan lindung atau hutan konversi," tegas Ratno Budi yang akrab disapa Uday kepada bangkapos.com.

Di hutan konservasi tidak boleh ada penambangan sedangkan untuk hutan lindung menurutnya tidak boleh menambang dengan model open pit mine (tambang terbuka) hanya boleh nambang di underground mine (tambang bawah tanah). Jadi kalau ditemukan ada aktifitas penambangan perusahaan apa pun termasuk PT Timah Tbk jika menambang di kawasan hutan lindung dengan model open pit mine itu sudah pelanggaran.

"Kami cek juga yang data terakhir harus diverifikasi. Kampanye-kampanye Walhi kan terakhir saya baru dari Amerika juga saya bertemu dengan beberapa kolega seperti Apple, PT Timah juga menyuplai kebutuhan perusahaan elektronik terbesar di dunia itu salah satunya Apple," beber Ratno.

Dia mengungkapkan Perusahaan Apple sudah membuat surat peringatan termasuk yang dikeluarkan oleh Parlemen Eropa mengenai kebijakan asal usul untuk sektor pertambangan timah.

Perusahaan-perusahaan tersebut tidak dibolehkan dan akan terkena sanksi apabila menerima timah dari tambang ilegal yang menyebabkan korban para pekerja. Misalnya banyak sekali pekerja yang meninggal di dalam lubang tambang tapi tidak ada tanggung jawab perusahaan, kemudian penambangan timah yang terbukti mempekerjakan perempuan dan anak, dan penambangan yang bersumber dari kawasan hutan yang ekosistemnya masih baik.

Dilihat dari kebijakan Parlemen Eropa dan perusahaan-perusahaan elektronik besar itu ia menilai semua sumber timah dari Bangka Belitung jika mau fair permasalah tetapi tetap dipasok.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help