Home »

Lokal

Kadin Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belum Terima Edaran HET Terbaru

Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung belum menerima surat dari Kementerian Perdagangan terkait penetapan HET

Kadin Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Belum Terima Edaran HET Terbaru
Pos Belitung/Dede Suhendar
Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Azhar. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Azhar belum menerima surat dari Kementerian Perdagangan terkait penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku 13 April lalu.

Bahkan dirinya belum mengetahui terkait informasi terbaru tersebut.

"Belum secara resmi. Sebenarnya dalam setiap rapat di provinsi, saya selalu sampaikan Belitung ini harus ada perbedaan harga, terutama wilayah kepulauan, seperti Pulau Gersik, Sumedang dan lainnya," ujar Azhar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya selama ini untuk harga beras di Kabupaten Belitung ditentukan berdasarkan kesepakatan pembeli dan penjual.

Oleh sebab itu, dirinya berharap dengan terbitkan HET terbaru itu, harga beras di Belitung bisa lebih terpantau.

"Tapi kadang-kadang batas HET itu untuk jumlah yang besar kan berbeda dengan di sini yang kepulauan," katanya.

Azhar mengatakan jika ketetapan tersebut sudah diterima, maka pihaknya secara otomatis akan segera memberikan sosialisasi kepada para distributor.

Sekaligus ingin melakukan antisipasi jelang bulan ramadan dan mengecek ketersedian stok beras di lapangan.

"Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan. Tapi kalau bumbu dapur itu seperti cabai, telur biasa terjadi kenaikan jelang ramadan, karena sudah mekanisme pasar, sepanjang itu masih bisa ditolelir" katanya.

Menurutnya pemerintah juga tidak bisa terlalu menginterverensi para pedagang untuk menekan harga jual khususnya bumbu dapur tersebut. Sebab, jika pedagang merasa tertekan, secara otomatis akan terjadi kelangkaan barang karena pedang tidak berani menyimpan stok.

Terkecuali barang tersebut bisa ditampung oleh Bulog.

"Apalagi barang itu memang punya mereka, jadi agak susah," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help