Pembalakan Pohon di Hutan Produksi Merajalela, Gubernur: Segera Kirim Tim!

Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembalakan pohon di kawasan Hutan Produksi (HP)

Pembalakan Pohon di Hutan Produksi Merajalela, Gubernur: Segera Kirim Tim!
Pos Belitung/Disa Aryandi
Sejumlah pohon yang sudah menjadi papan, Jumat (13/4) di kawasan Hutan Produksi (HP) Gunung Duren, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman berjanji akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pembalakan pohon di kawasan Hutan Produksi (HP), Gunung Duren, Desa Lilangan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Untuk diketahui pohon yang ditebang secara ilegal ini merupakan jenis meranti, pohon pemurnian yang sudah ada sejak zaman belanda.

"Kami akan segera kirim tim untuk melakukan penertiban itu (pembalakan hutan di Gunung Duren)," kata Erzaldi kepada posbelitung.co melalui via whatsapp, Selasa (17/4/2018).

Di kawasan tersebut terdapat berbagai jenis pohon besar dan berumur ratusan tahun.  Hutan yang menjadi jantung Pulau Belitung tersebut memiliki luas hingga puluhan ribu hektar.

Namun dibalik keindahan hutan belantara yang berstatus HP tersebut, terdapat suasana yang kurang mengenakkan.

Puluhan pohon berukuran sangat besar, dan telah berusia ratusan tahun ditebang oleh orang tidak bertanggung jawab.

Pembalakan hutan secara liar ini, bagian dari tindak pidana ilegal logging. Puluhan pohon berukuran besar tersebut dipotong secara liar diduga menggunakan mesin dan dijadikan papan.

Pembalakan pohon tersebut terbilang sudah berlangsung sejak lama. Namun sebagian lagi ada yang baru sekitar dua atau tiga hari dirambah. Potongan pohon yang ada dihutan tersebut, sebagian sudah berbentuk papan dan sebagian lagi berbentuk balok serta telah menjadi papan bekas potongan. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help