Ini Sanksinya Paslon Tak Hadiri Debat Kandidat Pilwako Pangkalpinang

KPU Pangkalpinang bakal menggelar debat kandidat pasangan calon Pilwako Pangkalpinang pada 12 Mei mendatang.

Ini Sanksinya Paslon Tak Hadiri Debat Kandidat Pilwako Pangkalpinang
dok bangkapos
Paslon pilkada pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

POSBELITUNG.CO -- KPU Pangkalpinang bakal menggelar debat kandidat pasangan calon Pilwako Pangkalpinang pada 12 Mei mendatang.

Dalam debat kandidat tersebut para paslon wajib hadir. Bila tidak hadir mereka harus siap menerima sanksi berat yang akan diberikan oleh KPU Pangkalpinang.

“Kalau tidak hadir ada sanksinya. Mereka tidak kita berikan beriklan di media massa di sisa waktu pemasangan iklan. Para paslon juga hanya diperbolehkan membawa pendukung sebanyak 50 orang saja,” kata Wahyu Gusna, Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Rabu (25/4/2018).

Wahyu menambahkan, paslon boleh saja tidak hadir asalkan menyampaikan surat pemberitahuan. Alasan ketidakhadiran pun harus tepat, misalkan sakit atau menunaikan ibadah seperti umroh.

Debat publik dilakukan hanya 1 kali saja. Mengingat waktu dan anggaran yang terbatas, debat tidak dilakukan 2 kali.

Sementara itu untuk tema debat publik, Wahyu menjelaskan ada bermacam-macam. Dalam debat nanti para paslon harus menguasai bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, keterbukaan informasi publik dan juga narkoba.

“Selain dari tim panelis, nanti masyarakat juga diperbolehkan untuk bertanya kepada para paslon,” kata Wahyu.

Sementara untuk tim perumus pertanyaan kepada kandidat, Wahyu mengatakan akan dirumuskan oleh tim tersendiri. Tim tersebut dirahasiakan identitasnya. Tapi 3 orang tim tersebut 1 dari Jakarta dan 2 dari Bangka Belitung.

“Yang jelas tim ini nantinya orang-orang yang berkompeten dibidang masing-masing dan juga bidang kepemiluan,” ujar Wahyu.

Dia berharap para paslon tetap hadir dalam debat kandidat calon peserta pilwako Pangkalpinang. Bila tidak, akan sangat merugikan para paslon itu sendiri.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help