Home »

Lokal

Lahan Eks Koba Tin di Belakang Pasar Koba Kembali Digarap Penambang Ilegal

Aktifitas tambang ilegal kembali berjalan di wilayah Kenari, eks lahan milik Koba Tin yang berada di belakang pasar Modern Koba

Lahan Eks Koba Tin di Belakang Pasar Koba Kembali Digarap Penambang Ilegal
bangkapos/riki
Aktifitas tambang ilegal kembali berjalan di wilayah Kenari, eks lahan milik Koba Tin, yang berada di belakang pasar Modern Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (25/4/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

POSBELITUNG.CO - Aktifitas tambang ilegal kembali berjalan di wilayah Kenari, eks lahan milik Koba Tin, yang berada di belakang pasar Modern Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (25/4/2018)

Lahan yang memiliki hamparan pasir putih dan dipenuhi kolong berisi air, menjadi pemandangan ketika masuk ke wilayah itu, pasir putih bercampur batu kelikir terdapat sepanjang jalan menuju lokasi.

Ketika tiba, dentuman bunyi mesin dan kepulan asap terlihat di kolong lokasi esk Kobatin yang di tambang oleh para penambang ilegal.

Terlihat dari kejahuan, lebih dari lima ponton TI sedang bekerja menyedot biji timah di daerah itu.

Kasat Pol PP Bangka Tengah Mulyanto mengatakan bawa aktifitas TI itu sudah sering mereka tertipkan, namun setelah ditertipkan masih saja mereka kembali menambang.

Ia mengatakan bahwa aktifitas tambang di beberapa daerah di Kecamatan Koba, berada di wilayah seperti Merbau, Punggu dan Kenari (belakang Pasar Koba) menjadi tempat aktifitas TI yang marak mereka tertipkan.

Dampak dari aktifitas itu, menurutnya air sungai seperti sungai Nibung dan Berok menjadi dangkal dan tercemar.

"Masyarakat kita masih masih main kucing kucingan, ditertibkan hari ini, bekerja malam, berhenti seminggu kemudian jalan lagi. Pengenya ada komitmen semua, itu mau dilegalkan tetapi dengan cara di payungi oleh aturan yang jelas, biar Pemkab dapat kontribusi, dan harus ada regulasi untuk melegalkan itu,"ujar Kasat kepada wartawan, Rabu (25/4/2018)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help