Melancong ke Bangka, Wajib Singgah ke Resto Ini, Selain Unik Sajian Makanannya Sungguh Lezat

Resto yang berada di dekat Hotel Tanjung Pesona dan Pesona Bay di Jalan Jati Pesona ini miliki konsep unik. Karena memadukan desain jadul

Melancong ke Bangka, Wajib Singgah ke Resto Ini, Selain Unik Sajian Makanannya Sungguh Lezat
(nurhayati/bangkapos.com)
Nuansa unik dan jadul di Cultural Resto Kembang Kates. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

POSBELITUNG.CO--Ingin menikmati resto bernuansa jadul dengan ciri khas rumah China tempoe dulu, dan juga rumah zaman kolonial, kini traveller bisa datang ke Cultural Resto Kembang Kates.

Resto yang berada di dekat Hotel Tanjung Pesona dan Pesona Bay di Jalan Jati Pesona ini miliki konsep unik. Karena memadukan desain jadul dalam ornamen maupun arsitekturnya.

Di resto ini Anda bisa melihat iser yang merupakan penggiling beras dari batu, radio, televisi, setrika hingga foto-foto jadul.

Konsep unik juga bisa pengunjung rasakan di sini karena toiletnya bisa dijadikan ajang selfie ria.

Nuansa unik dan jadul di Resto Kembang Kates
Nuansa unik dan jadul di Resto Kembang Kates (Bangkapos/Nurhayati)

Ketika masuk ke toilet wanita Anda akan kaget karena dikejutkan oleh gambar cowok macho dan ganteng di atas closet yang anda duduki. Sedangkan di toilet pria ada foto-foto cewek-cewek cantik yang akan menemani Anda.

Resto unik bernuansa tempoe doloe ini sengaja didesain Yuna Ekowati yang merupakan CEO Travel Bella Wisata, untuk memberikan warna khas Bangka pada masa zaman dulu. Bahkan ia membeli bongkaran rumah tempoe doloe yang bergaya ciri khas rumah China dan kolonial.

Keunikan resto kembang kates
Keunikan resto kembang kates (Bangkapos/Nurhayati)

Bangunan resto tersebut dari tujuh rumah yang didapatnya di berbagai kampung di Kabupaten Bangka di antaranya dari Deniang.

Diakui Yuna, ide membangun resto ini karena sebagai pelaku travel pariwisata sering ditanyakan wisatawan yang dibawa mengenai budaya Bangka. Sebelumnya ia sudah berkoordinasi dengan pihak dinas pariwisata untuk melibatkan sanggar agar membuat pertunjukan menghibur wisatawan yang datang.

"Jadi hotel hidup, untuk makan malamnya karena ada perform, dan tamu juga puas karena melihat budaya maupun tarian Bangka. Biasanya ketika ada grup tamu besar baru kita panggil sanggar kita yang panggil dari travel, kita yang bayar dari travel tetapi kalau wisatawan hanya sedikit sekitar 20 orang kita bayar harga tour melonjak siapa yang mau datang. Kita saja untuk tour ke Bangka juga mahal yang masuk ke Bangka ini juga menengah ke atas," ungkap Yuna.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help