Home »

Lokal

Nelayan Buding Belitung Timur Gaduh Lihat Belasan Kapal Diduga Milik Asing

Sekitar 12 mill perairan laut dari Pulau Nangka, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) sempat membuat gaduh nelayan Buding

Nelayan Buding Belitung Timur Gaduh Lihat Belasan Kapal Diduga Milik Asing
Ilustrasi trawl mini 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Sekitar 12 mill perairan laut dari Pulau Nangka, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Jumat (27/4/2018) sempat membuat gaduh nelayan Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Ada sekitar 15 kapal milik asing diduga telah mencuri ikan di perairan Pulau Belitung.

Kapal itu berukuran di atas 30 grosstone (GT) dan melakukan penangkapan ikan pada malam hari.

Nelayan sudah sering menemukan dan melihat keberadaan kapal tersebut. Kapal diduga pencuri ikan ini, menggunakan trawl sebagai alat tangkap mereka.

"Itu malam hari mereka muncul, kalau siang tidak ada. Kami mengetahui sudah dari satu bulan lebih, dan lokasi mereka mengambil ikan, sudah hampir masuk ke perairan perbatasan antara Belitung dan Pontianak," kata Amui, seorang nelayan Buding yang melihat langsung keberadaan kapal Asing ini kepada posbelitung.co, Jumat (27/4/2018).

Lokasi sebagai tempat pencurian kapal tanpa bendera itu, kata Amui diyakini masih masuk perairan Pulau Belitung.

Kali pertama Amui melihat aktivitas kapal itu, satu bulan lebih kemarin dan seminggu lalu ketika ia masih berada dilaut, kapal tersebut masih terlihat.

"Semalam juga kami lihat masih ada, dan ini baru pulau melaut kami. Bentuk kapal nya sangat besar, tidak jauh beda dengan kapan kapal yang ada di Belitung Timur ini.Merek a menggunakan jaring trawl," ucapnya.

Warga Buding, Kecamatan Kelapa Kampit tersebut, menyakini bahwa belasan kapal itu adalah milik Asing, lantaran memiliki alat tangkap yang canggih seperti trawl mini.

Ia terakhir melihat keberadaan kapal tersebut kemarin malam masih terdapat tiga unit.

"Tiga unit itu semalam kami lihat masih yang tersisa. Nelayan - nelayan sudah resah dengan keberadaan kapal itu, dan ini bukan merugikan nelayan lokal lagi, tapi nanti habis ikan kita ditangkapi mereka," ujarnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help