Setya Novanto Tak Mau Lakukan Ini Usai Vonis 15 Tahun Penjara

Alasannya, Novanto sama sekali tidak menerima uang sebesar itu seperti yang ada di dalam dakwaan.

Setya Novanto Tak Mau Lakukan Ini Usai Vonis 15 Tahun Penjara
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka korupsi KTP elektronik, Setya Novanto menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12/2017). Sidang diskors majelis hakim untuk pemeriksaan kesehatan Setya Novanto. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengungkapkan bahwa mantan kliennya itu, sempat tidak makan usai pembacaan vonis dari pengadilan selama 15 tahun.

Kata dia, ketika kembali ke rumah tahanan K4 KPK, Novanto hanya tertunduk lesu dan tidak terlihat beraktivitas bersama dengan tahanan lainnya.

"Dia sampai tidak mau makan setelah vonis kemarin," ucapnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (26/4/2018).

Dirinya mengaku sangat prihatin dan sedih mengenai nasib sahabatnya itu. Namun, Fredrich mengaku tidak ingin menanggapi lebih banyak mengenai hal tersebut.

"Saya hanya prihatin dan sedih saja kepada beliau. Saya juga tidak mau dulu bicara banyak dengan beliau," ucapnya.

Sejauh ini, yang dia mengerti, Novanto hanya pasrah kepada Tuhan dan terus beribadah di dalam rutan. Mantan ketua DPR itu juga menyerahkan semuanya kepada tim kuasa hukum.

"Beliau hanya bisa pasrah kepada Allah dan mengatakan 'nasib saya harus diperlakukan demikian ya?' Kalau saya tergantung dari kuasa hukum beliau," ungkapnya.

Pengacara Novanto, Firman Wijaya menjelaskan usai persidangan Selasa (24/4) Novanto terlihat lemas hingga di Rumah Tahanan. Hal itu juga tampak terlihat ketika berada di ruang tunggu tahanan KPK di Pengadilan Tipikor.

"Iya terlihat sempat lemas. Apalagi melihat istrinya nangis juga," ujarnya.

Untuk kabar terakhir, Firman tidak mengerti secara pasti mengenai hal itu. Kuasa hukum, hari ini memberikan kesempatan untuk mantan ketua umum Golkar itu hanya bertemu dengan keluarganya.

Halaman
12
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help