14 Oknum Guru dan 8 Murid SD Tertular HIV. Benarkah Banyak Obat Dicoba Tapi Tak Berhasil?

Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ AIDS tidak pernah pandang bulu

14 Oknum Guru dan 8 Murid SD Tertular HIV. Benarkah Banyak Obat Dicoba Tapi Tak Berhasil?
Anak-anak pengidap HIV/AIDS sedang bermain di rumah singgah Lentera, Solo, Selasa (1/12/2015). 

POSBELITUNG.CO, CILACAP -- Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ AIDS tidak pernah pandang bulu.

Kalangan pendidik pun bisa tertular penyakit mematikan itu.

Sebanyak 14 tenaga pengajar sekolah di Cilacap positif tertular HIV/AIDS dalam rentang waktu 5 tahun terakhir.

//

Selain itu, terdapat 30 kasus penderita HIV dari kalangan nonguru, baik tenaga administrasi atau tenaga penunjang lainnya di instansi pendidikan di Cilacap pada periode sama.

Ironisnya, pihaknya juga menemukan 8 pelajar setingkat Sekolah Dasar (SD) yang positif menderita HIV.

Temuan kasus HIV/AIDS di lingkungan pendidikan ini tentu memantik keprihatinan bersama.

Manager Kasus Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Cilacap, Rubino Sriadji mengatakan, temuan kasus ini didapati saat korban sudah jatuh sakit, skrining donor darah, atau saat melakukan tes HIV bagi calon pengantin.

"Kalau mau menikah kan wajib tes HIV, nah dari situ ketahuan, ada guru positif," katanya, Sabtu (5/5/2018).

Temuan ini ibarat fenomena gunung es.

Jumlah kasus bisa meledak jika dilakukan pemeriksaan lebih luas atau menyeluruh.

Penularan HIV/AIDS umumnya melalui transmisi seksual.

Para oknum guru maupun tenaga non guru di lingkungan pendidikan ini sebagian tertular dari pasangan tidak sah.

"Usia oknum guru yang tertular HIV antara 25 hingga 55 tahun,"katanya

Secara umum, tren penemuan kasus orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Cilacap terus mengalami kenaikan.

Saat ini tercatat sebanyak 1.124 orang di Cilacap positif terinfeksi HIV/AIDS.

Selain kalangan guru dan tenaga penunjang serta pelajar di lingkungan pendidikan, 36 persen dari total jumlah penderita itu berasal sari kalangan ibu rumah tangga, 35 persen dari kalangan pekerja swasta, serta 15 persen warga binaan.

Kelompok lain yang ikut menyumbang angka penderita HIV/AIDS itu meliputi, kalangan Lelaki Seks Lelaki (LSL), Wanita Tuna Susila (WTS), hingga oknum Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Benarkah AIDS Sudah Ada Obatnya 

Sekitar 37 juta orang di seluruh dunia saat ini mengidap HIV dan sekitar 1,8 juta terinfeksi tahun lalu.

Apakah penyakit ini sudah ada obatnya?

Periset mengumumkan peluncuran dua studi besar di Afrika untuk menguji vaksin HIV baru dan obat suntik jangka panjang.

Penemuan ini mendorong harapan untuk cara yang lebih baik untuk melindungi terhadap virus yang menyebabkan AIDS.

Seperti yang dilansir reuters pada 30 November 2017, awal uji coba vaksin tiga tahun yang melibatkan 2.600 wanita di Afrika selatan, berarti bahwa untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade sekarang ada dua uji klinis vaksin HIV yang besar yang terjadi pada waktu bersamaan.

Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) (Fine Art America)

Studi baru ini menguji kombinasi dua vaksin yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson (JNJ.N) (J & J) dengan Institut Kesehatan Nasional A.S. dan Yayasan Bill & Melinda Gates.

Vaksin pertama, yang juga didukung oleh NIH, mulai diujicoba November lalu.

Pada saat yang sama, unit Kesehatan ViiV milik GlaxoSmithKline (GSK.L) memulai penelitian lain yang mendaftarkan 3.200 perempuan di sub-Sahara Afrika untuk mengevaluasi manfaat pemberian suntikan setiap dua bulan obat cabotegravir eksperimentalnya.

Ilustrasi
Ilustrasi (ambergristoday.com)

Inisiatif ViiV, yang diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2022, juga mendapat dana dari NIH dan Gates Foundation.

Wanita adalah fokus utama dalam memerangi penyakit menular seksual sejak di Afrika mereka memperhitungkan lebih dari setengah dari mereka terinfeksi HIV.

ViiV juga menjalankan penelitian besar lainnya dengan suntikannya pada pria yang tidak terinfeksi HIV dan wanita transgender yang berhubungan seks dengan pria.

Studi tersebut dimulai pada bulan Desember 2016.

Meskipun obat HIV modern telah mengubah penyakit ini dari hukuman mati menjadi kondisi kronis dan pengobatan obat pencegahan dapat membantu, vaksin masih dianggap penting dalam memutar kembali pandemi.

Percobaan vaksin terbaru bertujuan untuk membangun keberhasilan percobaan di Thailand pada tahun 2009, ketika vaksin sebelumnya menunjukkan penurunan 31 persen pada infeksi.

"Kami membuat kemajuan," kata Chief Officer Ilmiah J & J Paul Stoffels, yang percaya bahwa mungkin untuk mencapai efektivitas di atas 50 persen.

"Itulah tujuannya. Mudah-mudahan, kita jauh lebih tinggi, "katanya kepada Reuters.

Sekitar 37 juta orang di seluruh dunia saat ini mengidap HIV dan sekitar 1,8 juta terinfeksi tahun lalu.

HIV AIDS
HIV AIDS (net)

Kenali Kondisinya

HIV-AIDS merupakan kondisi yang selalu dianggap mengerikan oleh hampir kebanyakan orang.

Namun tidak semua orang tahu apa beda dari HIV dan AIDS.

HIV adalah virus yang menyerang manusia, sedangkan AIDS adalah sebutan tahap akhir dari infeksi HIV.

Banyak orang yang statusnya adalah HIV, namun buka berarti dia akan terkena AIDS.

Agar Anda lebih mengerti mengenai gejala infeksi HIV berdasarkan stadiumnya, berikut adalah uraian yang dapat Anda simak:

Stadium I
Infeksi HIV memiliki 3 stadium.

Stadium pertama disebut dengan infeksi akut ataru serokonversi, yang biasanya terjadi dalam waktu 2-6 minggu setelah terinfeksi oleh HIV.

Pada keadaan ini, sistem kekebalan tubuh anda masih berusaha melawan HIV.

Berbagai gejala yang terjadi pada stadium pertama ini biasanya sama dengan berbagai infeksi virus lainnya dan seringkali dikira sebagai flu.

Gejala dapat berlangsung selama 1-2 minggu dan kemudian sembuh total.

Beberapa gejala yang dapat anda temukan adalah:
•  Nyeri kepala
•  Diare
•  Mual dan muntah
•  Merasa sangat lelah
•  Nyeri otot
•  Nyeri tenggorokan
•  Adanya bercak-bercak kemerahan pada kulit yang tidak gatal, biasanya terjadi pada daerah batang tubuh
•  Demam

Kampanye anti HIV/AIDS
Kampanye anti HIV/AIDS (Tribunnews.com)

Stadium II (Periode Tanpa Gejala)
Setelah melewati stadium pertama atau saat sistem kekebalan tubuh anda tidak dapat melawan infeksi HIV (kalah), berbagai gejala di atas pun akan menghilang dan infeksi HIV pun memasuki stadium kedua, yang dapat berlangsung lama tanpa menimbulkan gejala apapun (periode asimptomatik).

Pada stadium ini, penderita biasanya tidak menyadari dirinya telah terinfeksi oleh HIV dan menularkannya pada orang lain.

Stadium ini dapat berlangsung selama 10 tahun atau lebih.

Pada tahap ini, HIV membunuh sel CD4 secara perlahan dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh anda.

Anda dapat memeriksa kadar CD4 anda melalui pemeriksaan darah.

Pada keadaan normal, CD4 biasanya berjumlah antara 450-1.400 sel/µL. Jumlah ini dapat berubah-ubah tergantung pada keadaan kesehatan seseorang.

Akan tetapi, penderita HIV biasanya mengalami penurunan kadar CD4 secara konstan, yang membuatnya rentan terhadap berbagai infeksi lain.

Stadium III
Stadium III adalah saat penderita HIV telah mengalami AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu saat CD4 berjumlah kurang dari 200 sel/µL.

Selain penurunan kadar CD4, seorang penderita HIV dapat didiagnosa AIDS bila ia menderita sarkoma Kaposi (suatu jenis kanker kulit) atau pneumonia pneumokistik (suatu gangguan paru-paru).

Berbagai obat HIV dapat membantu membangun kembali sistem kekebalan tubuh anda, walaupun juga memiliki berbagai efek samping.

Orang yang memiliki kadar CD4 yang sangat rendah juga harus mengkonsumsi obat-obatan lain untuk mencegah terjadinya infeksi oportunistik.

Obat-obatan ini harus dikonsumsi hingga telah terjadi peningkatan kadar CD4.

Beberapa penderita HIV mungkin tidak menyadari dirinya menderita HIV hingga mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu:
•  Selalu merasa lelah
•  Mengalami pembesaran kelenjar getah bening leher atau selangkangan
•  Demam yang berlangsung selama lebih dari 10 hari
•  Berkeringat di malam hari
•  Mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
•  Adanya bintik keunguan pada kulit yang tidak dapat hilang
•  Sesak napas
•  Diare berat dan telah berlangsung lama
•  Menderita infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina
•  Mudah memar atau mengalami perdarahan tanpa penyebab yang jelas

Untuk kondisi yang satu ini selalu tanyakan pada ahlinya, sehingga Anda tidak membuat kesimpulan yang salah dan merugikan orang lain.(tribunnews.com/reuters/dokter.id)

Editor: ismed
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help