Teror Bom di Surabaya

Sebelum Bom Bunuh Diri, Dita Ajak Istri dan 4 Anaknya Lakukan Hal Ini

Khorihan mengaku melihat anak kedua habis salat sempat menangis kemudian dirangkul oleh Dita.

Sebelum Bom Bunuh Diri, Dita Ajak Istri dan 4 Anaknya Lakukan Hal Ini
facebook
Puji Kuswati dan keempat anaknya 

POSBELITUNG.CO - Sekeluarga pelaku bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) menyimpan banyak kisah tragis.

Dita Supriyanto dan istrinya Puji Kuswati beserta keempat anaknya meledakkan bom bunuh diri di waktu hampir bersamaan di lokasi yang berbeda.

Dari informasi yang tersebar di media sosial ada hal menarik yang terjadi sebelum mereka melakukan aksi teror tersebut.

Menurut pengakuan dari Khorihan ketua RT setempat, sehari sebelum pengeboman, pelaku beserta kedua anak lelakinya menunaikan salat maghrib berjamaah di masjid.

Khorihan mengaku melihat anak kedua habis salat sempat menangis kemudian dirangkul oleh Dita.

"Mereka masih salat subuh berjemaah sebelum hari pemboman. Oh iya, Maghrib sebelumnya anak kedua habis salat sempat nangis-nangis terus dirangkul, dicium, dipuk-puk," ujar Khorihan.

Selain itu tersebar pesan berantai di sosial media jika satpam perumahan mereka mengatakan bahwa terakhir kali melihat sekeluarga melakukan salat subuh berjamaah di musala.

Di depan rumah keenamnya tampak menangis tersedu dan saling berpelukan.

Setelah tragedi terjadi, densus menemukan berbagai bom rakitan di kediaman Dita.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga ini menjadi pelaku bom bunuh diri yang guncang tiga gereja di Surabaya.

Halaman
12
Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help