Apa Itu Kuret? Para Ibu Wajib Tahu Fungsi dan Risikonya

Kuret sebenarnya adalah nama sebuah alat operasi untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim

Apa Itu Kuret? Para Ibu Wajib Tahu Fungsi dan Risikonya
net
Ilustrasi foto ibu hamil 

3. Sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat kelainan darah.

Selain hal tersebut, dokter biasanya akan meminta Anda untuk puasa selama 6-8 jam sebelum tindakan kuret dilakukan. Anda akan diminta berbaring dengan posisi kedua kaki terbuka, selama kuret.

Umumnya sebelum proses kuret dimulai, pasien akan dibius agar tidak merasakan sakit. Jenis bius yang akan diberikan tergantung kepada jenis kuret yang akan dilalui.

Bius lokal akan membuat daerah di sekitar leher rahim kebas atau tidak merasakan apa pun. Bius epidural akan membuat tubuh dari pinggang ke bawah menjadi kebas. Sementara itu, bius total akan membuat Anda tidak sadar sepanjang prosedur.

Setelah dibius, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina, dan membersihkan leher rahim menggunakan antiseptik. Kemudian, berikut tahapan yang akan dijalani pasien kuret:

Dilatasi

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah dilatasi. Ini adalah proses pelebaran leher rahim menggunakan obat, atau dengan menempatkan alat bernama laminaria yang akan menyerap cairan pada leher rahim dan mengembang, sehingga dapat melebarkan leher rahim untuk mempermudah proses kuret.

Kuretase

Pengangkatan lapisan dan isi rahim dengan alat tipis serupa sendok bernama kuret. Sebuah alat bernama kanula juga bisa digunakan untuk mengisap jaringan yang tersisa di dalam rahim.

Namun, jika kuret dilakukan untuk tujuan pemeriksaan, dokter hanya akan mengambil sedikit jaringan sebagai sampel, untuk kemudian diuji di laboratorium.

Setelah prosedur, kondisi pasien akan dimonitor selama beberapa jam untuk memastikan pasien sudah pulih sepenuhnya dari obat bius dan untuk mendeteksi apakah terjadi komplikasi, seperti perdarahan hebat. Mengantuk, mual, dan muntah adalah efek yang mungkin terasa apabila pasien menjalani bius total.

Umumnya pasien dapat langsung pulang dalam beberapa jam setelah prosedur, namun disarankan untuk ditemani dan diantar oleh keluarga. Normalnya, pasien dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa setelah 24 jam.

Sebagian pasien dapat merasakan mual dan kram selama setidaknya satu hari. Sebagian lagi bahkan dapat mengalami perdarahan lewat vagina selama kurang lebih 1-2 minggu. Karena itu, disarankan untuk menggunakan pembalut atau pantyliner setelah menjalani kuret.

Risiko Kuret

Meski relatif aman, namun tiap prosedur operasi pasti memiliki risiko. Kuret mengandung risiko sebagai berikut:

1. Perdarahan yang hebat.

2. Infeksi dalam rahim.

3. Luka parut pada dinding rahim, atau disebut sindrom Asherman, yang dapat menyebabkan keguguran di masa yang akan datang, nyeri atau gangguan haid, bahkan kemandulan.

Selain itu, risiko kuret yang lebih jarang terjadi termasuk kerusakan atau terbentuknya lubang pada leher rahim, rahim, kandung kemih, atau pembuluh darah. Lubang dapat terbentuk karena cedera akibat alat operasi.

Terbentuknya lubang pada rahim akibat cedera lebih berisiko terjadi pada wanita yang telah memasuki masa menopause atau baru saja melahirkan.

Meski umumnya lubang ini dapat menutup dengan sendirinya, namun kadang perlu dilakukan tindakan lanjutan berupa pemberian obat atau operasi jika terjadi kerusakan pada organ atau pembuluh darah.

Segera periksa ke dokter jika setelah menjalani kuret, Anda mengalami demam, perdarahan parah yang dapat membuat Anda perlu mengganti pembalut tiap jam, nyeri yang makin berat, keluarnya cairan yang berbau tidak sedap dari vagina, serta kram perut selama lebih dari dua hari. (*)

Penulis: ediyusmanto
Editor: edy yusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help