12 Tahun Lalu Saat Perjalanan Pulang Wanita Itu Tanam Ideologi Radikal Dibaiat Segini Harganya

Teror bom yang baru-baru ini terjadi memang membuat banyak orang khawatir. Namun dibalik itu juga

12 Tahun Lalu Saat Perjalanan Pulang Wanita Itu Tanam Ideologi Radikal Dibaiat Segini Harganya
Facebook
Kisah wanita lolos jebakan teroris. 

"Semakin curiga hati ini ketika dia bilang: "Untuk membangun misi ini diperlukan dana, karena kita membangun sebuah negara baru untuk Allah, dan diperlukan pengorbanan dan ketetapan hati, jadi kamu akan dibaiat di Cimahi (saya kurang inget tepatnya dimana) dengan membawa uang 400 rb, jangan bertanya bukankah amal itu seikhlasnya? Tidak.. karena dengan perngorbananmu maka Allah akan tau sampai mana pengorbananmu untuk-Nya. Bahkan ketika kamu berbohong meminta uang ke orang tua atau menjual handphonemu adalah sebuah pengorbanan untuk Allah. Adapun baju yang harus dikenakan adalah kemeja, hijab, celana bahan"

Yunita mengakui ia merasa ia dicuci otaknya dan otaknya hanya mengikuti perkataan dari mereka hingga tak berani berbicara pada teman-temannya.

Lalu ia mencari pendapat lain, dan bertermu 2 orang mahasiswa lainnya yang dianggap sebagai penyelamatnya.

Kisah akhir Yunita ditutup dengan kalimat, "12 tahun sudah berlalu, sekarang Indonesia sedang darurat teroris, dan saya percaya ini bukan cuma sekedar isu.. Sekarang Tari-Tari lain banyak kita temui di sosmed.. jangan biarkan mereka semakin berkembang

Demi NKRI.

Demi Agamaku."

Berikut ini adalah cerita lengkap dari Yunita:

(Dimas Setiawan)

Baca: Pasukan Elit TNI Sudah Bantu Berantas Teroris, Keberadaan dan Persenjataan Mereka Misterius

Baca: Fenomena Rumah Makan Hantu Hanya Kaki yang Terlihat Ustadz Abdul Somad Minta Baca Ayat Kursi

Baca: Ipda Auzar Pribadi yang Ramah dan Imam Sholat Zuhur dan Ashar Masjid Ikhlas

Baca: 5 Fakta Penyerangan Polda Riau Oleh Terduga Teroris Fakta Nomor 3 Saling Kejar Mengejar

Baca: Jawaban Boy William Dtuduh Sombong karena Kerap Gunakan Bahasa Inggris Makjleb

 

Editor: ismed
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help