Hukum Mencium Istri saat Berpuasa, Begini Penjelasannya

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, mulai masuknya benda

Hukum Mencium Istri saat Berpuasa, Begini Penjelasannya
NET
Ilustrasi foto 

POSBELITUNG.CO - Umat muslim selama sebulan diuji hawa nafsunya mulai dari makan, minum hingga syahwat dari terbit fajar hingga terbenam matahari selama Ramadan.

Ada beberapa hal yang bisa membatalkan puasa umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa, mulai masuknya benda kedalam tubuh dengan sengaja melalu lubang seperti mulut, hidung, dan lain-lain.

Atau sebab sebab lain seperti muntah dengan sengaja, Bersetubuh, keluar mani karena bertemunya dua kulit (antara laki-laki dan perempuan) walaupun tanpa berjima’, untuk perempuan seperti tiba-tiba haid, Nifas.

Muncul pertanyaan bagaimana hukumya mencium istri dalam kondisi puasa, apakah itu membatalkan puasa? atau ada kajian lain soal mencium lawan jenis?

Berdasarkan Imam Syafi'i barang siapa mencium pasangan kemudian tergerak syahwatnya saat berpuasa maka mencium menjadi makruh, namun jika tak tergerak tak jadi apa.

{ ومن حركت القبلة شهوته كره له أن يقبل وهو صائم والكراهة كراهة تحريم وان لم تحرك شهوته قال الشافعي فلا بأس بها وتركها أولي والاصل في ذلك ماروت عائشة رضى الله عنها قالت " كانرسول الله صلى الله عليه وسلم يقبل ويباشر وهو صائم ولكنه كان أملككم لاربه " وعن ابن عباس انه ارخص فيها للشيخ وكرهها للشاب ولانه في حق احدهما لا يأمن ان ينزل فيفسد الصوم وفى الاخر يأمن ففرق بينهما }

Riwayat lain menyebutkan, disebut dalam pustaka kajian salafiyah, meninggalkan berciuman dengan puasa saat menjalani puasa ramadan lebih baik.

Berdasarkan hadits riwayat ‘Aisyah, "Rasulullah mencium dan menyentuh saat beliau berpuasa, namun beliau adalah orang yang paling bisa mengendalikan nafsunya diantara kalian."

Jika dikaji lebih dalam, sebenarnya puasa tak hanya menahan makan dan minum dari imsyak hingga bedug mahrib, tetapi juga menahan hawa nafsu selama menjalankan ibadah puasa.

Diperbolehkan bagi mereka suami istri melampiaskan nafsu pada Ramadan dengan catatan dilakukan pada malam hari bukan pada siang hari atau selama menjalankan puasa.

Sementara dari Ibn Abbas ra, khususnya bagi mereka yang masuk muda dan masih bergairah sebaiknya dihindari karena dikhawairkan menimbulkan keluarnya sperma dan membatalkan puasa.  (*)

Editor: edy yusmanto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved