Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Belitung Meningkat

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 2016 masalah stunting sebesar 18,9 persen meningkat menjadi 27,6 persen pada 2017.

Penderita Gizi Buruk di Kabupaten Belitung Meningkat
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Sosialisasi mengenai instrumen stunting yang digelar di ruang rapat Bappeda, Rabu (30/5/2018). Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Suhandri mengatakan terjadi kecenderungan peningkatan prevalansi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Belitung.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 2016 masalah stunting sebesar 18,9 persen meningkat menjadi 27,6 persen pada 2017.

"Ada kecenderungan meningkat dari tahun 2015 sampai 2017. Kita pernah tahun 2015 di bawah tapi 2016 mengalami kenaikan," jelas Suhandri saat sambutan sosialisasi instrumen AWC, Rabu (30/5/2018).

Masalah ini sebenarnya bukan hanya masalah di Belitung saja.

Tercatat hanya dua provinsi di Indonesia yang memiliki angka stunting di bawah batasan WHO yakni 20 persen.

"Untuk mengatasi masalah tersebut perlu intervensi spesifik gizi pada remaja, ibu hamil, bayi, dan ibu," ujarnya saat menggelar acara di Bappeda.

Menindaklanjuti hal tersebut dilakukan pendataan program Indonesia sehat berbasis keluarga dengan mendata masalah kesehatan keluarga di rumah tangga.

Dengan demikian dapat diketahui intervensi yang perlu dilakukan, baik intervensi wilayah ataupun per orang.(*)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help