Sudah Sediakan Anggaran Miliaran, Pemkab Beltim Gagal Datangkan Daging Beku, 2 Kali Gagal Lelang

Yuslih menerangkan pemerintah dua kali gagal mendapatkan pemenang lelang, padahal sudah disiapkan dana anggaran miliaran.

Sudah Sediakan Anggaran Miliaran, Pemkab Beltim Gagal Datangkan Daging Beku, 2 Kali Gagal Lelang
Pos Belitung/Dedi Qurniawan
Kios daging sapi dadakan di kawasan Pasar Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, Senin (19/6/2017). (POSBELITUNG/DEDY QURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Bupati Beltim Yuslih Ihza membantah jika pemerintah daerah disebut-sebut tidak berupaya maksimal menyediakan paket sembako murah dan mendatangkan daging beku untuk kebutuhan masyarakat Beltim menjelang hari raya Idulfitri 1439 hijriah.

Yuslih menerangkan pemerintah dua kali gagal mendapatkan pemenang lelang, padahal sudah disiapkan dana anggaran miliaran.

"Anggaran Rp. 1,8 milyar. ULP sebagai teknis pelaksanaan pengadaan daging tidak sanggup melaksanakan karena sudah 2 kali gagal. Sebagai Bupati hanya sebatas kebijakan semua pelaksanaan sudah diserahkan kepada tim yaitu ULP,"  ujar Yuslih kepada para wartawan seusai menghadiri Safari Ramadhan Kapolda Bangka Belitung di masjid Agung Darussalam, Rabu (6/6/2018) kemarin.

Yuslih mengatakan dalam rapat sebelumnya sudah disampaikan dan diarahkan kepada Tim Pokja ULP apabila sudah mengalami kegagalan 2 kali maka selanjutnya sesuai Perpres harus dilakukan evaluasi.

Salah satu kegagalan pelaksanaan lelang yaitu kerangka acuan kerja yang dianggap berat sehingga tidak ada kesanggupan menawar saat pelaksanaan lelang.

"Harga (dianggap, red) rendah sehingga perlu dilakukan evaluasi. Untuk anggaran tidak dapat diubah dan yang hanya bisa diubah hanya kuantum sebagai contoh 1 kg menjadi 8 ons," kata Yuslih.

Upaya lanjutan yang sedang dilakukan pascakegagalan lelang maupun pengadaan daging beku oleh BUMD, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan Satgas Pangan dalam hal ini Satreskrim Polres Beltim.

Sedangkan acuan dalam pengadaan daging beku adalah Permendag Nomor 58 Tahun 2018.

"Pemda telah mengirimkan surat ke Gubernur Provinsi Kepulauan Babel terkait solusi dan permohonan dispensasi adanya pengadaan daging yang waktunya sudah mepet," jelas Yuslih.

Ia menambahkan, kegagalan mendatangkan daging beku karena alasan ketentuan Permendag yang menetapkan HET Rp 80 ribu perkilogram juga terjadi di Kabupaten Belitung.

Walau bagaimanapun, lanjut Yuslih, pemerintah daerah tetap memperhatikan Permendag sebagai acuan.

"Permasalahan daging beku terjadi juga di Kabupaten Belitung. Jangan sampai kita terjerat masalah hukum. Sejauh ini upaya Pemda Kabupaten Beltim sudah dilakukan dengan jajaran Forkopimda," bebernya. (q5)

Penulis: Suharli
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved