Home »

Lokal

Tiba di Pelabuhan Tanjung RU Belitung, Mahasiswa Deklarasi Tolak Tambang Laut

Setelah turun dari Kapal berwarna hijau itu, ratusan mahasiswa yang merupakan warga Belitung Timur dan Belitung ini lantas membentangkan spanduk.

Tiba di Pelabuhan Tanjung RU Belitung, Mahasiswa Deklarasi Tolak Tambang Laut
Pos Belitung/Disa Aryandi
IKPB, Senin (11/6) melakukan deklarasi penolakan aktivitas tambang laut di Pulau Belitung dalam rangkaian balik berandun di Pelabuhan Tanjung RU, dan Bundaran Satam Tanjungpandan. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kapal penumpang Sakura Express Jakarta, Senin (11/6/2018) baru bersandar di Pelabuhan Tanjung RU, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung sekitar pukul 15.20 WIB. Kapal carteran PT Timah Tbk itu, membawa ratusan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa.

Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) menjadi penggerak pada pemudik yang bertema balik berandun ini. Ada 150 orang lebih mahasiswa memanfaatkan kapal gratis tersebut. Namun setelah turun dari Kapal berwarna hijau itu, ratusan mahasiswa yang merupakan warga Belitung Timur dan Belitung ini lantas membentangkan spanduk.

Ratusan mahasiswa ini mendeklarasikan penolakan tambang laut. Dipelabuhan Tanjung RU, mereka lantas melakukan orasi beberapa menit dan menyatakan menolak atas kehadiran kapal isap produksi (KIP) di perairan Pulau Belitung maupun aktivitas tambang laut.

Sebab kehadiran tambang laut atau KIP di perairan Belitung merusak ekosistem laut dan menghancurkan mata pencarian nelayan. Sehingga dianggap akan menghancurkan masa depan Pulau Belitong dan pariwisata.

IKPB, Senin (11/6) melakukan deklarasi penolakan aktivitas tambang laut di Pulau Belitung dalam rangkaian balik berandun di Pelabuhan Tanjung RU, dan Bundaran Satam Tanjungpandan.
IKPB, Senin (11/6) melakukan deklarasi penolakan aktivitas tambang laut di Pulau Belitung dalam rangkaian balik berandun di Pelabuhan Tanjung RU, dan Bundaran Satam Tanjungpandan. (Pos Belitung/Disa Aryandi)

"Kami (IKPB) harga mati, kami satu suara menolak kehadiran kapal isap. Kami menginginkan Belitung bebas dari kapal isap dan tambang laut, karena itu merusakan masa depan Pulau Belitong," kata Ketua IKPB Pusat Risky Agustari, Senin (11/6/2018) ketika melakukan orasi.

Deklarasi penolakan kegiatan tambang laut ini sebagai wujud atau sikap IKPB dalam menjaga Pulau Belitong. Terutama dari segi upaya mengoperasikan kapal isap produksi di Negeri Laskar Pelangi.

"Jangan sampai laut kita hancur, dan yang menjadi korban nelayan serta pariwisata saat ini yang sedang berkembang. Bukan hanya kami saja yang menolak kehadiran kapal isap, tapi juga masyarakat," ujarnya.

Deklarasi penolakan terhadap kehadiran tambang laut di Pulau Belitong ini kemudian berlanjut di Bundaran Satam, Tanjungpandan. Namun di situ tidak semua mahasiswa yang melangsung dekalrasi damai ini.

Dari ratusan mahasiswa, hanya puluhan mahasiswa yang berdomisili di Tanjungpandan melakukan deklarasi damai. Sama seperti deklarasi di Pelabuhan Tanjung RU, di Bundaran Satam mahasiswa ini melakukan deklarasi serupa sekitar pukul 17.00 WIB. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help