Beda Lebaran Dulu dan Lebaran Sekarang di Pangkalpinang‎ Menurut Sejarahwan

Sejumlah tradisi khas lebaran di Pangkalpinang berubah dari masa ke masa. Kemeriahan di masjid-tiap lebaran dirasa ‎semakin berkurang.

Beda Lebaran Dulu dan Lebaran Sekarang di Pangkalpinang‎ Menurut Sejarahwan
ilustrasi ketupat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

POSBELITUNG.CO ‎- Sejumlah tradisi khas lebaran di Pangkalpinang berubah dari masa ke masa. Aktivitas bermain di masjid seperti memukul beduk, aktivitas Nganggung di masjid saat lebaran telah berangsur menghilang. Hal ini setidaknya dirasakan sejarahwan Pangkalpinang Akhmad Elvian.

Dia mengatakan aktivitas anak-anak bermain di masjid, menabuh beduk, bisa dibilang sudah tidak ada lagi di Pangkalpinang saat ini.

"1990-an masih, tahun 2000-an itu sudah mulai menghilang. Main di masjid, pukul beduk, perang pistol air,"kata Alvian saat berbincang dengan Bangka Pos. Rabu (13/06)

Menurutnya perubahan ini terjadi karena banyaknya permainan-permainan baru bagi anak. Semuanya mudah dijumpai dan dijual di pasaran.

Ini juga ditambah dengan semakin mudahnya permainan-permainan berbasis teknologi yang semakin mudah diakses oleh anak-anak.

Akhmad Elvian menganggap perubahan ini sebenarnya merugikan bagi masjid. Kemeriahan di masjid-masjid tiap lebaran, menurut dia dirasa ‎semakin berkurang.

"Kalau dulu kan anak-anak itu bermainnya di masjid. Ini hilang. Anak-anak juga jadi jarang ke masjid," katanya.

‎Tradisi lebaran lainnya di Pangkalpinang dinilai sudah mulai berkurang adalah tradisi Nganggung. Menurut Elvian, tradisi saat warga beramai-ramai membawa makanan ke masjid masih bisa dilihat di kampung-kampung di luar Kota Pangkalpinang.

"Dulu masih ada yang seperti ini. Seharusnya tetap bisa dipertahankan. Jangan hilang. Sebelum salat itu ada tradisi bawa dulang makanan ke orangtua, kemudian setelah salat, bawa dulang ke masjid untuk dimakan bersama-sama. Ini untuk mempererat silaturahmi sesama warga kampung," tutur Elvian

Selain dua hal tersebut, ‎perubahan tradisi lebaran dari masa ke masa di Pangkalpinang yang menarik adalah aktivitas warga Tiong Hoa saat lebaran Idulfitri sudah mulai ikut memeriahkan lebaran dengan membuat atau memasak ketupat dan lepat di rumah masing-masing.

Elvian menuturkan, ini bisa dilihat dari jualan ketupat di pasar yang banyak dibeli warga Tiong Hoa

"Kalau dulu mereka kan cuma bertamu. Sekarang sudah buat ketupat dan‎ lepat di rumah mereka. Kadang-kadang beli yang sudah masak di pasar. Mereka juga berkunjung ke rumah-rumah umat Islam," katanya. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help