Home »

Lokal

Petani Lada Menjerit: Mantep Memang Musim Panen, Tapi Harga Dak Mantep!

Musim panen lada berlangsung di Bangka Belitung (Babel) saat ini ternyata kurang menggairahkan para petani

Petani Lada Menjerit: Mantep Memang Musim Panen, Tapi Harga Dak Mantep!
Istimewa
Seorang warga memetik buah lada di kebun lada milik Suhami di Desa Perlang Kecamatan Koba, Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Rusmiadi

POSBELITUNG.CO  - Musim panen lada berlangsung di Bangka Belitung (Babel) saat ini ternyata kurang menggairahkan para petani karena harga jual lada masih relatif rendah, tidak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan.

"Mantep memang sekarang musim panen sahang (lada), tapi harga sahang yang dak (tidak) mantep. Kami biase (biasa) jual sahang ke tauke (tengkulak) di Perlang," ujar Suhami (37), petani lada di Desa Perlang, Kecamatan Koba, Bangka Tengah, saat dihubungi Bangka Pos, Rabu (20/6).

Harga jual lada ke tauke saat ini, menurut Suhami berkisar Rp 52.000/kg sampai Rp 53.000/kg. Sementara beberapa tahun lalu harga jual lada pernah mencapai ratusan ribu, lalu turun dan sekarang Rp 53.000/kg paling tinggi.

Hasil panen lada selama ini, tidak pernah dijual ke pengumpul lada yang berada di Pangkalpinang. Karena menurut Suhami, harga jual di Perlang tidak jauh beda dengan penampung di Pangkalpinang

"Cuma selisih beberapa ribu, mending jual di Perlang. Jadi sekarang ne masalah harge (harga) yang ndak sesuai, ancok gawi ne (kacau) kalo harge sahang turun terus," tutur Suhaimi yang akrab disapa Mimi ini.

Petani lada yang baru mulai berkebun dan menikmati panen pertama saat ini, menurut Mimi akan kesulitan mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan, sejak menanam hingga panen.

"Yang baru pertama kali panen saat ini pasti rugi, harge dak sebanding dengan modal yang dikeluarkan sejak nanam. Kami berharap pejabat dan pemerintah daerah dapat membantu soal harga sahang ni, karena saat ini masa panen, tapi harge ndak sesuai, jadi cemane (gimana) orang neg (mau) bekebun sahang kalo harge murah," tukasnya Mimi dengan nada suara kesal.

Penulis: rusmiadi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help