Pilpres 2019

Saat Bertemu Mengaku Tak Bicara Politik, Setelah Itu Wacana Duet JK - AHY Menguat di Pilpres 2019

Wacana memasangkan Jusuf Kalla (JK) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (SBY) santer terdengar

Saat Bertemu Mengaku Tak Bicara Politik, Setelah Itu Wacana Duet JK - AHY Menguat di Pilpres 2019
Istimewa
Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat Imelda Sari memamerkan gambar Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono lewat status WhatsApp Mesengger dengan keterangan: JK-AHY will coming soon.(Istimewa) 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Wacana memasangkan Jusuf Kalla (JK) dengan Agus Harimurti Yudhoyono (SBY) santer terdengar.

Bahkan sejumlah politisi angkat bicara, termasuk Partai Demokrat yang membeberkan sejumlah fakta yang terjadi jelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan langsung dengan Jusuf Kalla (JK) perihal wacana duet JK dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019.

Bahkan JK, kata Imelda ditemui langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kami belum bisa sebutkan sejauh mana lobi Demokrat kepada Pak JK, tapi sudah ada pertemuan langsung antara Pak JK dan Pak SBY,” ungkap Imelda di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7/2018).

Namun Imelda mengatakan pertemuan yang dimaksud bukan saat JK menyambangi SBY di kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada 25 Juni 2018.

Karena menurut Imelda wacana menduetkan JK dan AHY baru berlangsung usai pertemuan tanggal 25 Juni 2018 yang berlangsung dalam suasana Idul Fitri tersebut.

“Pertemuan 25 Juni 2018 itu diasumsikan menjodohkan JK dan AHY, padahal bukan, karena poling internal yang mendorong adanya duet itu baru dilakukan 28 Juni 2018 atau sehari setelah Pilkada serentak,” imbuh Imelda.

Imelda menbeberkan bahwa Demokrat sudah membuka komunikasi dengan partai politik lain mengenai kemungkinan mewujudkan duet JK-AHY.

“Kami sudah membuka pembicaraan mengenai kemungkinan membentuk koalisi alternatif yaitu koalisi kerakyatan dengan mengusung JK-AHY dengan partai lain sejak pekan lalu dan masih berlangsung hingga sekarang,” kata Imelda.

Halaman
1234
Editor: ismed
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help