Berburu Sekolah Favorit, 16 Orang Tua Siswa di Banyumas Akhirnya Jujur Cabut SKTM Anak Mereka

Ironisnya, ada saja orang tua yang berusaha menghalalkan cara tidak pantas demi agar anaknya diterima di sekolah tujuan.

Berburu Sekolah Favorit, 16 Orang Tua Siswa di Banyumas Akhirnya Jujur Cabut SKTM Anak Mereka
Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari
Ilustrasi siswa saat orientasi masuk sekolah 

POSBELITUNG.CO--Para orang tua siswa kini tengah berjuang untuk memasukkan putra-putrinya ke sekolah idaman.

Ironisnya, ada saja orang tua yang berusaha menghalalkan cara tidak pantas demi agar anaknya diterima di sekolah tujuan.

Rekomendasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) jadi salah satu pertimbangan bagi penerimaan siswa baru. Pemerintah memberikan prioritas khusus bagi siswa tidak mampu untuk bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

Ironisnya, ada sebagian orang tua yang tega memalsukan biografi anaknya untuk mengambil kesempatan itu.

Berawal dari indikasi itu, Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas memperketat verifikasi berkas itu untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan.

Para orang tua calon peserta didik diundang ke sekolah untuk verifikasi kebenaran SKTM yang dilampirkan saat pendaftaran.

Para orang tua diminta untuk menandatangani pakta kejujuran atas kebenaran SKTM yang mereka buat dengan pernyataan bermaterai.

Alhasil, di SMA N 2 Purwokerto, dengan kesadaran sendiri, sebanyak 16 orang tua calon peserta didik berbondong-bondong mencabut kembali SKTM anak-anak mereka.

Mereka akhirnya jujur, SKTM yang dilampirkan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

"Dengan adanya banyak indikasi SKTM yang tidak sesuai. Kami lakukan verifikasi. Ada yang diundang ke sekolah, ada yang didatangi di rumah. Di SMA 2, setelah disuruh buat pakta integritas, akhirnya banyak orang tua yang mundur," kata Kasi SMA/SLB Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas 
Yuniarso K Adi, Kamis (5/7)

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help