Home »

Techno

» Apps

Jadi Alat untuk Sebarkan Gosip, Pengguna Media Sosial Dikenai Pajak Rp 750/Hari

Hanya ada dua pilihan, membayar pajak media sosial dengan taat atau mendapat pemblokiran akses ke seluruh situs dan aplikasi media sosial

Jadi Alat untuk Sebarkan Gosip, Pengguna Media Sosial Dikenai Pajak Rp 750/Hari
Fitur terbaru di whatsapp 

POSBELITUNG.CO  - Pemerintah Uganda menerapkan pajak bagi warganya yang mengakses media sosial.

Pajak yang ditetapkan sebesar 200 shilling Uganda atau berkisar Rp 750 per hari. Aturan pajak akses media sosial tersebut berlaku sejak mulai bulan Mei lalu.

Hanya ada dua pilihan legal bagi warga Uganda, membayar pajak media sosial dengan taat atau mendapat pemblokiran akses ke seluruh situs dan aplikasi media sosial, serta platform voice call.

Presiden Uganda, Yoweri Museveni berdalih langkah ini dilakukan karena media sosial telah menjadi wadah penyebaran gosip.

Istilah gosip yang disebut Museveni merujuk pada opini, praduga, dan penghinaan yang ditujukan untuk pemerintah.

Dalam suratnya ke Kementerian Keuangan Uganda, Musaveni menyebut jika pajak media sosial bisa menjadi sumber pajak negara sekaligus mengurangi utang luar negeri.

Setali tiga uang, Musaveni mendapat dukungan dari Menteri Komunikasi dan Informatika Uganda, Frank Tumwebaze yang megatakan bahwa uang pajak akan membantu pemerintah untuk lebih banyak lagi berinvestasi dalam infratruktur broadband.

Pemerintah Uganda berharap mendapat pemasukan tambahan sebesar 100 juta dollar (sekitar Rp 1,4 triliun) dari pajak media sosial.

Uganda sendiri memiliki 41 juta penduduk dengan 17 juta diantaranya merupakan pengguna internet aktif.

Beberapa perusahaan telekomunikasi pun telah memasang harga khusus pajak kepada para pelanggannya.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help