Buntut Kudeta Gagal Tahun 2016 Silam Pemerintah Turki Pecat 18.000 Pegawai

Pemerintah Turki memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri menjelang

Buntut Kudeta Gagal Tahun 2016 Silam Pemerintah Turki Pecat 18.000 Pegawai
Para pendukung Erdogan di kota Antalya, turun ke jalan membawa bendera Turki dan poster sang presiden sebagai bukti dukungan mereka terhadap pemerintah.(Chris McGrath / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP) 

POSBELITUNG.CO, ANKARA -- Pemerintah Turki memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri menjelang dua tahun peristiwa percobaan kudeta yang gagal pada 2016 silam.

Keputusan ini menyusul kemenangan Presiden Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden bulan lalu dan menjelang pengambilan sumpahnya sebagai presiden pada Senin (9/7/2018).

Langkah pembersihan yang diumumkan pada Minggu (8/7/2018) ini merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam.

Baca: Lagi Syantik Sehari SIti Badriah Dapat Rp 30 Juta, Syahrini Klaim Kata Syantik, Ini Jawaban Sibad

Laporan-laporan yang dilansir media Turki menyebutkan, kebijakan tersebut menjadi gelombang pemecatan yang terakhir.

Keterangan resmi pemerintah Turki menyebutkan 18.632 orang telah dipecat, termasuk 8.998 anggota polisi serta 6.152 personel militer.

Selain itu, ada 199 akademisi yang dipecat dari berbagai universitas di seluruh negara itu.

Menurut Kantor HAM Amerika Serikat pada Maret lalu, sejauh ini otoritas Turki telah memecat sekitar 160.000 pegawai negeri sipil semenjak upaya kudeta militer yang gagal.

Di antara mereka ada yang ditahan. Sementara lebih dari 50.000 sudah diadili dan saat ini mendekam di penjara.

Seperti dilaporkan Reuters, tindakan Turki yang disebut sebagai upaya pemberangusan terhadap kelompok opoisisi ini telah mengundang kritikan dari negara-negara Barat.

Baca: Hanya Istri yang Selamat, Ayah dan 4 Putrinya Tewas Jadi KorbanTabrakan

Mereka menuduh Erdogan menggunakan peristiwa kudeta militer yang gagal itu sebagai dalih untuk memberangus kelompok oposisi.

Dalam berbagai kesempatan, Erdogan menyatakan tindakan itu diambil untuk mengurangi ancaman terhadap keamanan nasional.

 
//
Editor: ismed
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved