Berkonsep Alam, Panggung Pembukaan Asian Games 2018 akan Pecah Rekor

Pembukaan Asian Games 2018 dipastikan bakal menjadi sorotan karena panggung berukuran raksasa

Berkonsep Alam, Panggung Pembukaan Asian Games 2018 akan Pecah Rekor
DOK. INASGOC
Ilustrasi Panggung Upacara Pemabukaan Asian Games 2018 

POSBELITUNG.CO - Pembukaan Asian Games 2018 dipastikan bakal menjadi sorotan karena panggung berukuran raksasa akan hadir di tengah lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu, 18 Oktober 2018. 

Panggung dengan berat total 600 ton dan ukuran panjang 135 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 26 meter, merupakan salah satu panggung terbesar dan tertinggi yang pernah ada dalam upacara pembukaan acara sejenis.

Panggung itu merupakan karya 350 anak bangsa. Menjawab rasa penasaran dari masyarakat, upacara pembukaan Asian Games 2018 akan menampilkan konsep keindahan alam dan keragaman budaya asli Indonesia.

“Sangat penting untuk menampilkan keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia pada acara pembukaan Asian Games 2018," ujar Wishnutama selaku Creative Director upacara pembukaan Asian Games 2018 dalam rilis yang diterima Kompas.com, 9 Juli 2018.

"Hal itu untuk memperkuat rasa bangga dan cinta kita terhadap bangsa dan negeri ini,” tuturnya.

Sebuah replika gunung yang indah itu akan terdiri atas 12.775 tanaman dan bunga, dengan luas lebih dari 1.350 meter persegi.

Tidak hanya itu, nantinya juga ada air terjun yang dialiri 140.000 liter air dan membentang 3.000 meter persegi rumput hijau untuk mempercantik keindahannya.

Konsep itu diperkuat dengan tekhnologi proyektor dan pencahayaan yang akan membuat semuanya menjadi lebih Indah dilihat.

Akan ada pula terowongan tersembunyi sepanjang kurang lebih 50 meter agar para pengisi acara nantinya dapat melakukan pergerakan di seluruh area panggung tanpa mengurangi estetika.

Panggung berbentuk gunung tersebut saat ini masih dalam pengerjaan. Proyek pengerjaan tersebut diperkirakan akan memakan waktu tiga bulan. Panggung tersebut terdiri dari 175 bagian yang dibuat secara manual oleh pengrajin dari Bandung dan Jakarta.

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help