Heboh Soal Dugaan Oknum DPRD Bangka Aniaya Istri Begini Kata Polisi

aporan dugaan kekerasan yang dirasakan Ica, seorang ibu rumah tangga muda asalPemali Bangka sempat diterima Unit PPA Satreskrim Polres Bangka.

Heboh Soal Dugaan Oknum DPRD Bangka Aniaya Istri Begini Kata Polisi
Instagram
HOTMAN Paris dan Dwi Icha Yanti Oktari, wanita yang mengaku menjadi korban KDRT oleh suaminya, Sumantri, anggota DPRD Kabupaten Bangka, saat di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (8/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

POSBELITUNG.CO -- Laporan dugaan kekerasan yang dirasakan Ica, seorang ibu rumah tangga muda asal Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka sempat diterima Unit PPA Satreskrim Polres Bangka. Sayangnya, hingga Senin (9/7/2018), laporan itu belum berlanjut ke arah penyidikan karena polisi masih menunggu pelapor menyerahkan bukti buku nikah yang diinginkan.

Terkait viral video Icha yang mengadu ke Pengacara Kondang Hotman Paris Hutapea di Kopi Jhoni Jakarta, diakui Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto, sudah terpantau oleh pihak kepolisian. Kapolres melalui Kabag Ops Kompol S Sophian, Senin (9/7/2018) menyatakan, IRT bernama Ica yang dimaksud juga sudah datang melapor ke Mapolres Bangka, pekan lalu.

"Sekitar satu minggu lalu, Saudari Ica pernah datang ke Polres Bangka untuk melaporkan tentang  dugaan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) yang (diduga) dilakukan oleh suaminya (Sum)," kata Sophian.

Saat merima kedatangan Ica, polisi di SPK Mapolres Bangka kemudian mengarahkan laporan tersebut kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PP) Satreskrim Polres Bangka. Penyidik Unit PPA kemudian meminta Ica menunjukan bukti buku atau surat nikah antara dia dengan terlapor, Sumantri

"Saudari Ica diarahkan untuk koordinasi dengan PPA Satreskrim Polres Bangka terlebih dahulu terkait laporannya. Namun pada saat itu ketika diminta untuk memperlihatkan buku nikahnya, Saudari Ica menyampaikan (ke Penyidik PPA) bahwa buku nikahnya ada di Pengadilan (PA)," katanya.

Untuk meyakinkan Penyidik Unit PPA Polres Bangka, Ica kata Sophian mengaku memiliki bukti tanda terima dari pengadilan yang menyatakan bahwa buku nikah tersebut memang benar ada di pengadilan yang dimaksud.

"Untuk itu, penyidik (PPA) meminta agar Saudari Ica untuk mengambil dan membawa bukti tanda terima tersebut jika buku nikahnya diserahkan ke pengadilan. Namun Saudari Ica tidak kembali lagi ke Polres  Bangka," kata Sophian.    

Dilansir Bangka Pos Groups pada edisi sebelumnya disebutkan, Ica mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Bangka atas kasus dugaan KDRT yang ia terima dari Sum. Namun menurut Ica, laporannya belum digubris dengan alasan luka yang terdapat di wajah Ica tidak terlalu parah dan pelaku hanya dapat diganjar hukuman ringan saja.

"Saya sudah lapor ke Polres Bangka. Cuma kata polisinya luka yang saya alami ringan. Jadi tidak dapat mengganjar pelaku dengan hukuman berat. Apakah saya harus babak belur atau sekarat dulu baru bisa mendapatkan keadilan. Sampai hari ini belum di BAP dan LP nya pun belum dikasih," ungkap Ica ketika itu.

Diakui Ica dia sedang mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Dia berharap hak asuh anaknya bisa kembali kepadanya apalagi saat ini anaknya masih menyusui.

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help