Ketakutan Selama 3 Hari, Jambret Bunuh Korban di Cempaka Putih Serahkan Diri ke Polisi

Sandi Haryanto, penjambret sadis di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akhirnya menyerahkan diri.

Ketakutan Selama 3 Hari, Jambret Bunuh Korban di Cempaka Putih Serahkan Diri ke Polisi
Sandi Haryanto (27), jambret sadis yang menewaskan Warsilah (36) di ruas Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu (1/7/2018) lalu, akhirnya menyerahkan diri. 

POSBELITUNG.CO - Sandi Haryanto, penjambret sadis di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, akhirnya menyerahkan diri.

Sandi dikenal sebagai jambret yang sangat sadis.

Ketika beraksi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, korbannya sampai tewas setelah dijambret.

Sandi mengaku  takut dibayang-bayangi sosok korbannya bernama Warsilah (36).

Selain itu, dia juga takut ditembak mati oleh polisi yang kini tengah serius memerangi kejahatan jalanan ini.

Staff Tenaga Ahli Kepresidenan, Armedya Dewangga dijambret
Staff Tenaga Ahli Kepresidenan, Armedya Dewangga dijambret (CCTV)

Apalagi, kasusnya mendapatkan atensi langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengultimatum Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, agar bisa menangkap Sandi dalam kurun waktu sebulan.

Terlebih lagi, Sandi mengetahui penjambret di Jakarta Barat ditembak mati oleh polisi, setelah menonton pemberitaan.

Penjelasan Sandi ini seperti menunjukkan bahwa dia itu penjambret sadis yang tak punya nyali sehingga takut arwah korban.

"Itu aja, saya menyerahkan diri. Ya sangat menyesal, takut (ditembak mati)," kata Sandi di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Ia menceritakan, setelah meninggalnya Warsilah, Sandi merasa ketakutan selama tiga hari.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help