Mantan Direktur PT MASJ Divonis Empat Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan akhirnya menjatuhkan vonis kepada terdakwa Hon Henry Handoko, Senin (9/7).

Mantan Direktur PT MASJ Divonis Empat Tahun Penjara
Pos Belitung/Dede Suhendar
Terdakwa Hon Henry Handoko menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan akhirnya menjatuhkan vonis kepada terdakwa Hon Henry Handoko, Senin (9/7).

Mantan Direktur PT Mitra Alam Subur Jaya (MASJ) itu divonis hakim dengan hukuman pidana penjara selama empat tahun.

Lalu majelis hakim yang diketuai oleh Hj Adria didampingi hakim anggota Syaeful Iman dan Mahendra itu juga menetapkan agar terdakwa segera ditahan di Lapas Kelas II Cerucuk.

"Intinya terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Jadi sesuai dengan Pasal 374 KUHP sesuai dengan tuntut jaksa kemarin," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim Zayn saat dihubungi posbelitung.

Ia mengatakan untuk seluruh barang bukti dikembalikan kepada JPU, sedangkan untuk biaya persidangan dibebankan kepada terdakwa.

Menurut Zayn, vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim sesuai dengan tuntutan jaksa. Akan tetapi untuk masa tahanan menjadi bertambah, sebab JPU menuntut tiga tahun penjara.

Berdasarkan hasil vonis tersebut, kata dia, pihaknya juga mengajukan banding sesuai dengan pengajuan dari pihak terdakwa.

"Karena terdakwa mengajukan banding jadi kami juga mengajukan banding," katanya.

Meskipun demikian, lanjutnya, pihaknya langsung melakukan penahanan kepada terdakwa di Lapas Kelas II Cerucuk sesuai dengan perintah majelis hakim.

"Tadi setelah sidang terdakwa langsung ditahan di lapas, sesuai vonis hakim," katanya.

Sebelumnya, majelis hakim PN Tanjungpandan sudah menggelar beberapa kali persidangan sebelum mencapai putusan. Bahkan JPU sudah menghadirkan delapan saksi ditambah satu saksi ahli dari 14 saksi sesuai dengan berkas.

Berdasarkan informasi PT MASJ bergerak di bidang perkebunan karet di wilayah Kabupaten Beltim. Lalu, setelah beberapa tahun berjalan, timbul polemik internal perusahaan hingga berujung di meja hijau.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved