Indung Telur Dibuang Tanpa Izin, Inilah Penderitaan yang Dialami Klien Hotman Paris Hutapea

Selvy, korban dugaan malapraktik harus kehilangan dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan sebelum operasi.

Indung Telur Dibuang Tanpa Izin, Inilah Penderitaan yang Dialami Klien Hotman Paris Hutapea
Hotman Paris Hutapea dan wanita korban malapraktik oknum dokter sebuah rumah sakit di Jakarta Barat, saat berada di Kedai Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/7/2018). 

POSBELITUNG.CO = Selvy, korban dugaan malapraktik yang dilakukan oleh dokter Hardi Susanto di Rumah Sakit Grha Kedoya Jakarta Barat, harus kehilangan dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan sebelum operasi.

Dikutip dari menstruasi.com, indung telur atau dalam bahasa latin disebut Ovarium, bermakna telur atau kacang, adalah organ reproduksi yang berfungsi menyimpan dan mematangkan sel telur.

Indung telur pada wanita berada di dalam rongga panggul, satu di kanan dan satu di kiri, dengan ukuran sekitar 4×3×2 sentimeter.

Baca: Menuduh Korban Remas Buah Dada Temannya, Pengemudi Ojek Online Kemudian Rampok Pemotor

Pada siklus menstruasi antara hari ke-12 sampai hari ke-16, secara bergantian indung telur kanan dan kiri melepaskan sel telur yang telah matang melalui saluran telur, tuba falopi, menuju rahim. Masa ini dikenal juga dengan masa subur wanita.

Selain memelihara sel telur, indung telur juga berfungsi memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen berguna untuk mematangkan seluruh fungsi reproduksi, sedangkan hormon progesteron berperan menyiapkan rahim untuk perkembangan janin dan menyiapkan kelenjar ASI di payudara untuk kebutuhan bayi.

Baca: Preview dan Prediksi Skor Semifinal Piala Dunia 2018, Kroasia vs Inggris

Baca: Mengenal Hartini, Wanita yang Berperan Mengisi Separuh Hidup Soekarno

Baca: Trend Make Up Terbaru, 4 Artis Cantik Ini Pamer Freckles Pada Wajahnya

Hormon estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh indung telur bersama-sama mengatur siklus menstruasi, dan merangsang terjadinya perubahan dalam siklus reproduksi.

Sejak kedua indung telurnya diangkat pada 2015, wanita berusia 28 tahun itu mengalami sejumlah gangguan fisiologis dan psikologis.

"Saya tidak bisa lagi menstruasi," kata Selvy ketika dihubungi Warta Kota, Rabu (11/7/2018).

Diduga akibat perbuatan dokter Hardi Susanto yang membuang dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan sebelumnya, masa depan Selvy harus hancur.

Baca: Banyak Senjata di Kontrakan Terduga Teroris, Istri Anggap Suaminya Korban SalahTangkap

"Tanggapan orangtua saya marah dan sedih sebetulnya. Tapi bagaimana lagi, sudah terlanjur terjadi," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help