Indung Telur Dibuang Tanpa Izin, Inilah Penderitaan yang Dialami Klien Hotman Paris Hutapea

Selvy, korban dugaan malapraktik harus kehilangan dua indung telurnya tanpa izin dan pemberitahuan sebelum operasi.

Indung Telur Dibuang Tanpa Izin, Inilah Penderitaan yang Dialami Klien Hotman Paris Hutapea
Hotman Paris Hutapea dan wanita korban malapraktik oknum dokter sebuah rumah sakit di Jakarta Barat, saat berada di Kedai Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (1/7/2018). 

Ia tidak bisa lagi mengikuti olahraga Muay Thai yang digemarinya, tidak bisa memiliki keturunan, menopause dini, serta harapan kedua orangtuanya untuk menimang cucu dari Selvy harus pupus di tangan dokter tersebut.

Baca: Raih 5 Manfaat Makan Pepaya Setiap Hari, Ternyata Baik untuk Mata dan Tulang

"Waktu kamu lagi dioperasi saya buka dan saya dilema. Jadi saya ambil kedua indung telur kamu. Kamu enggak bisa punya anak lagi dan kamu enggak bisa Muay Thai lagi, tapi kamu hanya bisa yoga karena Muay Thai itu fisiknya keras dan kamu akan monopause," ungkap Selvy menirukan perkataan dokter Hardi Susanto.

Meskipun mengakui adanya kesalahan, Rumah Sakit Grha Kedoya Jakarta Barat melimpahkan kesalahan tersebut kepada dokter Hardi Susanto terkait dugaan malapraktik terhadap seorang pasien bernama Selvy.

Sebelum mengadu dan menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukumnya, Selvy telah beberapa kali berganti pengacara untuk menangani dugaan malapraktik yang dialaminya pada 2015.

Baca: Ustadz Abdul Somad Telat Menikah, Sempat Ditaksir 17 Gadis Begini Caranya Memilih Jodoh

Baca: Begal Bertato Mickey Mouse Nangis Malah Bikin Ngakak, Lihat Videonya

Demikian pula dengan terduga malapraktik dokter Hardi Susanto yang telah memberi kuasa kepada pengacaranya. Upaya hukum yang ditempuh kedua belah pihak tak kunjung menemui titik temu, hingga akhirnya Selvy mempercayakan kasus tersebut kepada pengacara handal Hotman Paris Hutapea.

"Terduga pelaku bahkan pernah menawarkan sejumlah uang ganti rugi kepada korban, dalam hal ini Selvy. Jumlah uang yang ditawarkan tersebut hanya Rp 500 juta," kata Hotman Paris Hutapea dalam konferensi pers di RS Grha Kedoya, Selasa (10/7/2018).

Namun, Selvy melalui pengacaranya menolak uang yang ditawarkan oleh kuasa hukum dokter Hardi Susanto. Sebab, menurutnya kerugian materiel dan imateriel yang dideritanya akibat dugaan malapraktik itu, tidak sebanding dengan jumlah yang yang ditawarkan sebagai ganti rugi.

Dilansir dari halosehat.com, pengangkatan indung telur dan rahim dapat menyebabkan gangguan saluran kencing, gangguan anus, menopause dini, rahim menurun, vagina mengendur, gangguan tekanan darah, depresi akut, osteoporosis, gangguan siklus haid, kesulitan hamil, hilangnya libido, penuaan dini, kekuatan fisik menurun, dan perubahan bentuk tubuh. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help