Kadis Pertanian Kab. Bangka: Harga TBS Turun hanya Pada Petani Mandiri

Masalah turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit itu hanya terjadi pada petani mandiri yang menjual TBS-nya pada pengumpul

Kadis Pertanian Kab. Bangka: Harga TBS Turun hanya Pada Petani Mandiri
(nurhayati/bangkapos.com)
Kemas Arfani Rahman 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

POSBELITUNG.CO--Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menyatakan masalah turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit itu hanya terjadi pada petani mandiri yang menjual TBS-nya pada pengumpul dan kemudian dijual lagi ke pemegang delivery order (DO).

Sedangkan untuk petani sawit yang sudah bermitra dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada tidak terjadi.

"Bayangkan saja bagaimana panjangnya rantai penjualan TBS sawit petani mandiri tersebut, padahal harga di PKS belum tentu turun sebagaimana yg beredar infonya dimedia-media (memang tidak semua PKS)," ungkap Kemas saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya berbeda dengan petani yang memang sudah bermitra dengan PKS langsung seperti KKSR, revitbun dan plasma, mereka menerima harga sesuai dengan yang ditetapkan oleh provinsi, kecuali kemitraan yang menetapkan pakai harga pasar PKS seperti PT Sawindo Kencana.

"Untuk mencari solusi atas permasalahan harga TBS sawit ini, kita (Kadinpertan dan Bupati Bangka) hari Selasa kemaren (10 Juli 2018) sudah memanggil dua PKS. Ada beberapa solusi yang kami dapat simpulkan dan akan kami sampaikan lebih lanjut pada hari Jum'at pagi nanti tanggal 13 Juli 2018 jam 08.00 WIB kepada seluruh PKS yang ada di Kabupaten Bangka, langkah-langkah kedepan mengantisipasi terulang kembali masalah yang sama dikemudian hari," jelas Kemas.

Sedangkan terkait masalah Sistem Resi Gudang (SRG) syariah bukan belum jalan, sudah jalan tapi belum maksimal. Hal ini disebabkan rendahnya rasa tingkat trust atau kepercayaan petani pada program tersebut.

Selain itu juga karena mereka sudah terikat janji dengan para pengumpul yang sudah memberikan kemudahan mendapatkan pupuk dan saprodi lain dengan cara meminjam.

"SRG syariah ini bila dijalankan dengan optimal dengan melibatkan seluruh komponen terkait, kami yakin akan dapat membantu petani kedepan," kata Kemas.

Untuk masalah pasar domestik dan lainnya disampaikannya bukan kewenangan pihaknya. "Silahkan tanya yang berkompeten," ucap Kemas.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved