Kisah Juru Masak Saksikan Pak Harto 'Panggil' Hujan Agar Cucunya Segera Keluar dari Kolam

Presiden kedua Indonesia Soeharto tidak bisa dijauhkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Apalagi Jenderal Besar tersebut termasuk penganut Kejawen.

Kisah Juru Masak Saksikan Pak Harto 'Panggil' Hujan Agar Cucunya Segera Keluar dari Kolam
Buku berjudul PAK HARTO: The Untold Stories 

Saat tampil di depan publik pun, ia tampak tak bercahaya dan begitu renta.

 

Soeharto dan Ibu Tien
Soeharto dan Ibu Tien ()

Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.

Sempat juga muncul rumor di kalangan masyarakat. Satu hari sebelum Ibu Tien meninggal, ada yang melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran Solo.

Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden. Namun, langkah politik Soeharto, setelah kepergian istrinya, sungguh di luar kendali.

Cara melibas lawan politiknya terkesan vulgar dan transparan. Padahal, sebelumnya, Soeharto dikenal pandai mengendalikan diri. Senyumnya menyembunyikan isi hatinya.

Suatu hari di tahun 1990, saat nasib baik masih memihak Soeharto, presiden yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu berkunjung ke Bali.

Tujuannya tidak lain untuk memperingati ulang tahun pernikahannya dengan Ibu Tien.

Kisah itu dijelaskan seorang pemilik warung kecil Hj Baiq Hartini yang diminta memasak untuk Soeharto dan keluarga.

“Pada 1990, ada utusan dari Istana Tampaksiring meminta saya memasak untuk acara di Istana,” ujarnya.

Tentu saja Hj Hartini merasa tersanjung mendapat kepercayaan tersebut.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help