Kisah Juru Masak Saksikan Pak Harto 'Panggil' Hujan Agar Cucunya Segera Keluar dari Kolam

Presiden kedua Indonesia Soeharto tidak bisa dijauhkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Apalagi Jenderal Besar tersebut termasuk penganut Kejawen.

Kisah Juru Masak Saksikan Pak Harto 'Panggil' Hujan Agar Cucunya Segera Keluar dari Kolam
Buku berjudul PAK HARTO: The Untold Stories 

“Maklum, saya kan orang kampung, tukang warung pinggir jalan, kok bisa ketemu langsung dengan presiden,” ujarnya.

 

Soeharto dan Ibu Tien
Soeharto dan Ibu Tien ()

Sebelum Soeharto menyantap makanan, pemeriksaan ketat pun dilakukan.

Selain petugas keamanan, intel, petugas kesehatan meneliti bahan makanan, dan sesudah makanan matang ada tim dokter dan petugas lab mencicipi masakan tradisional Lombok yang digelar prasmanan itu.

Ia melihat, pada jamuan makan saat itu, piring Pak Harto hanya berisi tahu dan tempe, agaknya berpantang kangkung. Sedang Ibu Tien berpantang tauge.

Begitu juga saat makan malam, Hj Hartini diminta kembali menyiapkan makanan.

Ia dan para juru masak lain melihat Soeharto tampil sederhana hanya memakai kaus oblong putih dan sarung putih kotak-kotak cokelat, juga memakai selop Jawa.

Suatu sore, Soeharto pernah turun langsung mengurusi cucunya yang enggan beranjak dari kolam renang.

Sebelumnya cucu-cucu tersebut sudah diminta para ajudan untuk naik dari kolam. Namun hal itu tidak dipedulikan.

Muncul dari balik pintu, Soeharto memanggil cucu-cucunya dan mengatakan hari akan hujan sambil menunjuk ke atas langit.

“Eh, tak ada semenit, hujan benar-benar turun. Kami para juru masak saling berpandangan, Pak Harto sakti kali ya! Kami saling berbisik,” ujar Hj Hartini.

 
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved