Home »

Lokal

Me Hoa : Menjadi Politisi Perempuan Harus Mau Belajar

"Saya pernah merasakan diskriminasi, tapi seiring waktu belajar, menunjukkan integritas jadi laki-laki tidak berani memandang rendah kita"

Me Hoa : Menjadi Politisi Perempuan Harus Mau Belajar
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Anggota DPRD perempuan Kabupaten Bangka, Me Hoa. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

POSBELITUNG.CO  - Salah satu anggota DPRD perempuan Kabupaten Bangka, Me Hoa mengatakan menjadi politisi perempuan memang memiliki beberapa tantangan, namun hal ini bukan menjadi kendala para perempuan untuk turut menyuarakan aspirasi rakyat.

Ia menceritakan selagi mau belajar, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk membantu masyarakat. Tak kalah penting, baginya membantu masyarakat untuk mengakses program pemerintah, melakukan pendampingan terhadap persoalan masyarakat merupakan hal yang menyenangkan.

"Persoalan di masyarakat itu complicated itulah tantangannya. Tugas DPRD itu bukan hanya menjalankan tiga fungsi itu, tapi bagaimana membantu masyarakat langsung, apa yang menjadi kebutuhan dasar mereka seperti kesehatan, pendidikan, dan lainnya," katanya saat kegiatan pelatihan bagi calon legislatif dan kader partai politik perempuan, di Hotel Puncak, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, masih banyak yang tabu tentang kemampuan dan peran perempuan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

"Tugas dan fungsi yang diatur Undang-Undang ada 3, namun ternyata praktek di real lebih banyak tugas seperti Paripurna, Anggaran, perda, menyerap aspirasi masyarakat bagiamana mereka bisa akses dana APBD, tentang program pemerintah, dan sistem pemerintahan," katanya.

Ia berharap nantinya, para calon legislatif perempuan tidak kaku dan berani lantang menyuarakan aspirasi masyarakat.

"Saya berharap para caleg jangan sungkan menyampaikan aspirasi, ilmunya harus dibag. Pesan saya dalam mendampingi masyarakat itu membantu jangan setengah- setengah, tapi harus tuntas jadi masyarakat tidak berkecil. Kita buat mereka percaya kalau kita tidak bisa bantu uang, kita bantu tenaga, ilmu, pemikiran dan waktu," katanya.

Saat ini, menurutnya ia cukup terbantu dengan adanya teknologi untuk membantu menyerap aspirasi masyarakat.

"On call 24 jam, saya menggunakan hp untuk menjawab aspirasi masyarakat, dan ini kan bisa cepat. Saya pernah merasakan diskriminasi, pengalaman waktu baru terpilih, tapi seiring waktu belajar, meningkatkan kapasitas, menunjukkan integritas jadi laki-laki tidak berani memandang rendah kita," katanya.

Disinggung, statusnya yang juga sebagai ibu rumah tangga Me Hoa menyebutkan ia tak terkendala, keluarganya mendukung penuh hal ini dan dia bisa menangani dua buah hatinya.

"Saya selalu latih anak-anak saya menjadi anak yang mandiri, saya juga pantau pelajaran mereka di sekolah. Jangan sampai saya memberikan motivasi di luar, tapi keluarga saya terbengkalai. Inilah hebatnya perempuan bisa menangani banyak hal, keluarga juga mendukung," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help