Home »

Lokal

Punya Kuota 30 Persen, Pilkada 2014 Keterwakilan Perempuan di Pileg Hanya 9,3 Persen

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menyebutkan presentase ini terbilang kecil dibandingkan kuota yang diberikan sebanyak 30 persen.

Punya Kuota 30 Persen, Pilkada 2014 Keterwakilan Perempuan di Pileg Hanya 9,3 Persen
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Wakil Gubernur Babel foto bersama dengan peserta pelatihan bagi calon legislatif dan kader partai politik perempuan, di Hotel Puncak, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

POSBELITUNG.CO  - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah mengatakan berdasarkan hasil pemilukada 2019 silam, keterwakilan perempuan sebagai anggota legislatif baru mencapai 9,3 persen.

Fatah menyebutkan presentase ini terbilang kecil dibandingkan kuota yang diberikan sebanyak 30 persen.

"Keterwakilan perempuan di legislatif pada Pilkada 2014 baru 9,3 persen dari 30 persen yang terisi. Masih ada kesenjangan yang tinggi, kita berharap dengan adanya pelatihan ini akan bisa meningkatkan keterpilihan perempuan dalam pilkada tahun depan," kata Fatah saat membuka kegiatan pelatihan bagi calon legislatif dan kader partai politik perempuan, di Hotel Puncak, Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut, Fatah menyebutkan secara internasional, partisipasi politik perempuan di Indonesia terbilang di peringkat bagus yakni peringkat ke 63 dari 144 negara.

Fatah berharap perempuan khususnya di Babel, dapat memanfaatkan kuota 30 persen untuk menduduki jabatan di legislatif, hal sebagai bentuk keterwakilan perempuan dalam pelaksanaan roda pemerintahan.

"Kalau Kuota ini tidak digunakan baik dalam eksekutif maupun legislatif ini akan rugi dan alokasi 30 persen akan mubazir, Jabatan politik tidak hanya kaum pria. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk mendengarkan aspirasi masyarakat," katanya.

Ia meminta para perempuan yant telah melaju dalam pileg 2014 lalu, namun belum berhasil jangan putus asa. Menurutnya, kegagalan itu bagian dari bentuk pembelajaran.

"Banyak juga kaum perempuan merasa kapok tahun 2014 tidak terpilih. Ini jangan menyerah ibu-ibu, semangat ibu-ibu jangan mau kalah kaum pria walaupun kalah tapi terus mencoba. Niatkan ketika masuk ke parpol, tidak ada kata malu untuk masuk ke legislatif," ujarnya.

Fatah tak menampik, masih ada stigma yang beredar di masyarakat, bahwa apabila masyarakat lebih memilih kaum laki-laki untuk menjadi wakil rakyat. Namun, ini yang perlu diedukasi.

"Kita juga melihat belum terwakili perempuan karena stigma pemilih mana kala satu kursi yang hadir untuk 2 orang 1 perempuan dan satu laki-laki, rakyat kita masih banyak pilih yang pria, tapi jangan berkecil hati tinggal bagaimana ibu-ibu mempromosikan diri dan menjukkan kinerja," katanya.

Ia juga berpesan agar perempuan, nantinya dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas diri ketika sudah menjadi wakil rakyat.

"Perempuan begitu masuk tataran badan legislatif, tambahkan kemampuan teknis, knowledge, sehingga bisa mendengarkan aspirasi rakyat, dan mendorong pemerintah untuk membangun negeri serumpun Sebalai ini baik di tataran kabupaten/Kota maupun provinsi," katanya.

Ia mengatakan melalui kegiatan ini, Pemprov Babel mendorong keterlibatan perempuan dalam pileg mendatang. Ia juga berharap agar perempuan tidak apatis dan patah semangat.

"Provinsi ambil peran untuk meningkatkan partisipasi perempuan, salah satunya dengan kegiatan ini, mereka dikumpulkan baik yang dicalonkan maupun mencalonkan nanti dibekali strategi bisa memenangkan kursi dalam pemilu," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help