Tak Perlu Pakai SKTM, Cukup Hasil Panen Seadanya, Anak-anak Miskin Bisa Masuk Sekolah Ini

Sejak awal masa pendaftaran, guru di MTs ini sibuk mendatangi rumah-rumah reot di desa pinggir hutan

Tak Perlu Pakai SKTM, Cukup Hasil Panen Seadanya, Anak-anak Miskin Bisa Masuk Sekolah Ini
Hasil bumi untuk daftar ulang siswa baru di MTs Pakis Gununglurah Cilongok Banyumas orang tua dan siswa kompak menyiapkan lahan yang menjadi kelas pembelajaran mereka sehari-hari. 

Saepuri (13) dan ayahnya, Darso, susah payah jalan kaki menyusuri hutan pinus dari Dusun Karanggondang, Desa Sambirata.

Keringat menggenangi kulit Darso saat memikul ketela pohon yang masih ada pangkal batangnya. Dia berjalan beriringan dengan anaknya, Saepuri, yang berkemeja dan celana panjang rapi menuju sekolah di seberang hutan.

Mereka harus menembus hutan sejauh sekitar tiga kilometer menuju sekolah alam MTs Pakis di Dusun Pesawahan, Gunung Lurah.

Hasil bumi untuk daftar ulang siswa baru di MTs Pakis Gununglurah Cilongok Banyumas orang tua dan siswa kompak menyiapkan lahan yang menjadi kelas psmbelajaran mereka sehari-hari.
Hasil bumi untuk daftar ulang siswa baru di MTs Pakis Gununglurah Cilongok Banyumas orang tua dan siswa kompak menyiapkan lahan yang menjadi kelas psmbelajaran mereka sehari-hari. (khoirul muzaki)

Anzalia dan ibundanya, Waridah lain lagi bawaannya. Warga Dusun Karanggondang, Sambirata, ini menenteng dua ikat talas untuk diserahkan ke sekolah.

Lain halnya Gayuh David dan ibunya, Karti, warga Pesawahan Desa Gununglurah. Ibu anak ini membawa hasil bumi berupa butiran kelapa.

Adapun orang tua siswa lain membawa hasil bumi lain yang beragam, mulai palawija hingga sayuran semisal kacang panjang, wortel, maupun kangkung.

Penyerahan hasil bumi ke pihak sekolah ini menandakan diterimanya anak-anak mereka menjadi siswa baru MTs Pakis.

“Ada 13 siswa yang mendaftar. Daftar ulang pakai hasil bumi, tidak ditentukan berapa, seikhlasnya,” kata Kepala Sekolah MTs Pakis, Isrodin.

Model daftar ulang menggunakan hasil bumi ini tentu bukan untuk mengeruk keuntungan. Jika dirupiahkan, hasil pertanian itu tidaklah seberapa.

Melalui penyerahan hasil bumi itu, kata Isrodin, pihaknya ingin melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anaknya sejak awal.

Halaman
1234
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved