Ustadz Abdul Somad Telat Menikah, Sempat Ditaksir 17 Gadis Begini Caranya Memilih Jodoh

Menjelajahi berbagai daerah untuk berdakwah, tak sekalipun tampak Abdul Somad membawa anggota keluarganya, terutama istrinya.

Ustadz Abdul Somad Telat Menikah, Sempat Ditaksir 17 Gadis Begini Caranya Memilih Jodoh
Ustaz Abdul Somad 

Selama sekolah UAS mengaku tak pernah dekat dengan perempuan apalagi pacaran.

"Waktu sekolah di Mesir jarak antara asrama pria dan wanita 15 kilometer," katanya.

Saat pulang ke Indonesia, suatu waktu Abdul Somad ceramah di masjid.

Imam Masjid pun bertanya apakah dia sudah menikah atau belum.

Saat mengatahui UAS belum menikah imam tersebut kemudian menawarkan diri untuk menjadi 'makcombalang'

"Boleh, tapi kasi ketemu dulu dengan ibu saya," kata Somad ke imam tersebut.

UAS pun mengajukan dua syarat sebelum menikahi wanita tersebut.

“Syarat pertama itu restu ibu."

Sebelum meminang, UAS mengejutkan calon istrinya itu dengan menyebutnya akan jadi wanita kedua.

"Sudikah kamu menikah denganku, nanti kau jadi yang kedua, emakku kan yang pertama," demikian kata-kata Abdul Somad.

Syarat kedua, UAS menyebut jika kelak jadi istrinya ia harus siap sering ditinggal.

"Dia mesti tahu saya adalah ustadz yang tidak memiliki jam kerja, tengah malam ada orang mau sakaratul maut dia panggil saya. Ada orang anaknya sakit, dia panggil saya, sehingga jika dia buat jam kerja dia akan tersiksa. Alhamdulillah, dia menyanggupi semua itu dan akhirnya saya nikahi,” ungkapnya.

Setelah bersedia dengan syarat itu mereka pun menikah.

Keduanya kini dikaruniai seorang anak laki-laki diberi nama Mesian Haziq Abdillah. 

Coba kisah simaknya di video ini:

Sumber: Youtube/lambe bawah

Abdul Somad Keturunan Ulama Besar

Ternyata Ustadz Abdul Somad seorang keturunan ulama besar, terlahir dan tumbuh dibawah asuhan keluarga yang taat dan sholeh. Kakek beliau seorang ulama yang sangat disegani, ulama sufi yang beraliran tareqat Syattariyah.

Pantas saja Ustadz abdul somad begitu garang sekaligus santun dan berisi dalam setiap penyampaian dan tausiyahnya, hal ini mungkin dikarenakan darah kakeknya Tuan Syeikh Silau laut yang mengalir dalam dirinya.

Berikut penjelasan yang didapat dari akun Ulong Alex

Syekh Abdul Rahman Silau atau lebih dikenal sebagai Syekh Silau Laut adalah putera dari pasangan Nahkoda Alang yang berasal dari Rao (ayah) dan Andak Siret (ibu) yang berasal dari Batubara.

Ia berguru antara lain kepada Tuan Baqi dari Langkat kemudian melanjutkan ke Kedah, Kelantan, dan Pattani sebelum akhirnya menuntut ilmu ke Makkah selama tujuh tahun.

Di Makkah beliau berguru kepada Syekh Daud Fathoni seorang ulama Tareqat Syattariah.

Seusai menamatkan pelajarannya di Mekkah beliau kembali ke Sumatera dan mengembangkan Tareqat Syattariah di daerah Silau Laut hingga wafat pada 2 Jumadil Awal 1360 H atau 28 Februari 1941, dalam usia 125 tahun.

Ia dimakamkan di desa Silau Laut. Di dekat makamnya juga terdapat makam sang istri yang bernama Hj. Maryam dan dua anaknya yaitu Syekh H. Muhammad Ali dan H. Abdul Latief.

Semasa hidupnya beliau tampaknya merupakan tokoh yang dihormati tidak saja oleh anggota jamaah Syattariah saja, bahkan para bangsawan Serdang maupun Asahan memberi perlakuan khusus terhadap beliau.

Wujud dari perhatian para penguasa Asahan dan Serdang itu antara lain berupa pembuatan jalan menuju kompleks Tareqat Syattariah pimpinan Syekh Silau Laut.

Awalnya adalah jalan setapak yang dirintis oleh Sultan Asahan yang kemudian diperlebar dan diperkeras atas bantuan Sultan Serdang. 

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved