Hingga Juli 2018, PN Pangkalpinang Catat 17 Kasus Perceraian

Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama didalam alasan kasus perceraian dipangkalpinang, seperti kebutuhan anak sekolah

Hingga Juli 2018, PN Pangkalpinang Catat 17 Kasus Perceraian
BangkaPos/yudha palistian
Kepala Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan 

Laporan Wartawan Bangka Pos,  Yudha Palistian

POSBELITUNG.CO -- Pengadilan Negeri Pangkalpinang mencatat kasus perceraian hingga bulan juli, terhitung dari awal tahun 2018 sudah masuk sekitar 17 kasus perceraian yang sudah putus maupun sedang dalam proses persidangan.

Kepala Humas PN Pangkalpinang, Iwan Gunawan mengatakan pada pertengahan tahun ini sudah masuk 17 kasus perceraian dan diprediksi bakal meningkat seiring berjalannya waktu.

"Sedangkan pada tahun 2017 berjumlah 29 kasus angka perceraian,  dan sepanjang juli 2018 masuk sekitar 17 kasus,  diduga banyaknya kasus perceraian didominasi oleh faktor ekonomi," jelasnya kepada Bangkapos di PN Pangkalpinang,  Kamis (12/7/2018).

Ia juga menambahkan,  kebanyakan yang mengajukan perceraian adalah para isteri dengan alasan faktor ekonomi dikarenakan suami tidak mampu memberi nafkah lebih terhadap kebutuhan keluarga.

"Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama didalam alasan kasus perceraian dipangkalpinang, seperti kebutuhan anak sekolah, kebutuhan primer dan sekunder," tegasnya.

Ada juga selain alasan ekonomi, penyebabnya variatif tetapi yang paling sering adalah kebutuhan ekonomi yang tidak tercukupi.

Sedangkan menurut data PN pangkalpinang yang terhimpun,  mayoritas yang mengajukan berasal dari non muslim.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved