Oknum Kepala Sekolah Tilep Dana BOS untuk Judi Online dan Utang Tambang

Jaksa Cabjari Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (17/7/2018) menangkap dan menahan seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 5 Belinyu

Oknum Kepala Sekolah Tilep Dana BOS untuk Judi Online dan Utang Tambang
Bangka Pos/Fery Laskar
Oknum Kepala (Kepsek) SMPN 5 Belinyu Bangka 

POSBELITUNG.CO--Jaksa Cabjari Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (17/7/2018) menangkap dan menahan seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 5 Belinyu, Andika Bani Prabowo (40).

Ia ditangkap dalam kasus dugaan korupsi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2016 dan 2017, sebesar Rp. 349.000.000. Dana tersebut diselewengkan tersangka untuk membayar utang dan bermain judi online.

Kepala Cabjari Belinyu, Dede MY ditemui di kantornya di Belinyu, Selasa (17/7) kepada harian ini menyatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan setelah pihak penyidik mendapatkan bukti-bukti yang kuat.

"Sebelum melakukan penangkapan, kita telah menyelidiki kasus ini sejak beberapa bulan silam," ujarnya.

Proses penyidikan oleh jaksa penyidik kemudian berlanjut pada agenda tahap dua, berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum di Kantor Cabjari Belinyu.

"Tersangka Andika Bani Prabowo, S.Pd bin Sukarman selaku Kepala Sekolah SMPN 05 Belinyu Kabupaten Bangka dan selaku penanggungjawab dana Biaya Operasional Sekolah APBD dan APBN Tahun 2016 - 2017 diduga telah menyalahgunakan dana BOS tersebut," beber Dede.

Menurut Dede, dana BOS seharusnya digunakan untuk kepentingan murid atau dunia pendidikan di sekolah yang tersangka pimpin.

"Namun faktanya dana tersebut malah digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi, dan pada saat diperiksa oleh tim Penyidik Cabjari Belinyu, tersangka tidak dapat menunjukkan laporan pertanggung -jawaban dana BOS APBN Tahun 2017," katanya.

Dede menjelaskan, tersangka tidak pernah membuat laporan, namun dana bantuan yang dikucurkan pemerintah, baik yang bersumber APBD maupun APBN 2017, terus ia serap.

"Hanya sebagian yang dibuatkan laporan pertanggung-jawabannya (2016), sehingga setelah diaudit oleh ahli dari Inspektorat Kabupaten Bangka diperoleh perhitungan kerugian keuangan negara (total 2016-2017), sebesar Rp. 349.000.000," katanya.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved