Politisi Ini Bocorkan Informasi Ngaku Datanya Akurat, Anies dan AHY Akan Maju di Pilpres 2019

Hingga kini publik masih penasaran siapa lawan Jokowi dalam Pilpres 2019. Meski sosok Prabowo Subiato masih

Politisi Ini Bocorkan Informasi Ngaku Datanya Akurat, Anies dan AHY Akan Maju di Pilpres 2019
Anies - AHY 

POSBELITUNG.CO -- Hingga kini publik masih penasaran siapa lawan Jokowi dalam Pilpres 2019. Meski sosok Prabowo Subiato masih diyakini akan menjadi saingan terkuat nantinya.

Hingga kini Jokowi dan Prabowo yang disebut-sebut bakal bertarung lagi seperti 2014, belum menentukan wakilnya.

Karena pimpinan partai masih membangun koalisi guna menyepakati siapa yang menjadi calon wakil presiden.

//

Di tengah panasnya isu pertarungan Pilpres 2019, ternyata muncul calon lain dari kalangan oposisi.

Baca: Fans Berat Film Horor Keinginan Sejak Lama Akhirnya Terwujud Intip Fofo-foto Horor Melly Goeslaw

Ini lebih menarik lagi karena menyebutkan ada calon lain yang sedang disiapkan partai oposisi.

//

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon membeberkan jika empat partai politik, yakni Demokrat, PAN, PKS, Gerindra telah kompak mengusung Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden pada pemilu 2019 mendatang.

"Ya saya denger informasinya (mengusung Anies Baswedan dan AHY). Dari pihak sana. Saya gak sebutinlah. Ya 4 partai itu. Per hari ini. Hari ini," ujar Effendi di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018).

"Nah mereka sampaikan mereka mempersiapkan untuk ujungnya nanti untuk mencalonkan Anies dan AHY," sambungnya.

Baca: Denada Terenyuh Ketika Sang Buah Hati Shakira Bertanya Soal Efek Kemoterapi yang Harus Dijalaninya

Politisi PDI-P Effendi Simbolon
Politisi PDI-P Effendi Simbolon (kompas.com)

Saat ditanya informasi tersebut bersumber dari mana, Effendi enggan menyebutkannya.

"Loh saya mungkin dianggepnya temen aja (oleh sang informan). Saya gak tahu loh ini saya gak mau sebut sumbernya dan siapa ya. Kalian cek sendiri lah," ucap Effendi.

Bahkan Effendi menegaskan duet Anies Baswedan-AHY yang diusung oleh empat partai tersebut sudah terjamin keakuratannya.

"Ya kalo yang saya denger, yang ngomong A1 (akurat)," ucap Effendi.

Baca: Beredar Kabar Anies Baswedan Bakal Dipasangkan Dengan AHY, Ani Yudhoyono Posting Ini

Effendi menyampaikan dukungan duet Anies Baswedan- AHY didasari oleh survei dan telaah dari ke-4 parpol tersebut.

"Mereka menang dan menang katanya, bilangnya gitu, jadi sosok yang 'A' menang dan menang, Anies memang ini menang. Jadi cari mereka ada formasi menang kalah, menang-menang, ini mereka cari yang menang-menang," ucap Effendi.

Namun saat kembali dikonfirmasi dari mana informasi itu berasal, Effendi justru meminta awak media mencari tahu sendiri dari mana informasi tersebut berasal.

"Ya saya kan hanya menyampaikan, informasi yang saya terima saya menuju sini (kawasan Cikini), sekitar jam 4 tadi," ujar Effendi. 

Baca: Setya Novanto Ungkap Harga Nasi Goreng di Penjara Sukamiskin Ternyata Ngak Beda Jauh

Restu dari JK?

Sebelumnya duet Anies-AHY sempat muncul di awal Juli 2018 yang diungkapkan politisi Partai Demokrat. Tapi melihat pertemuan SBY dengan Prabowo baru-baru ini, makin menambah kenyakinan duet ini jadi lawan Jokowi dan wakilnya di Pilpres 2019.

Sebelumnya Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menilai Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah memberi sinyal bagi Partai Demokrat untuk mengusung duet Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Pilpres 2019.

Menurut Ferdinand, hal tersebut terlihat dari gestur Jusuf Kalla yang dalam beberapa hari belakangan ini selalu bersama-sama dengan Anies.

Apalagi, lanjut Ferdinand, gestur itu diberikan Kalla setelah ia menolak tawaran Partai Demokrat untuk berduet dengan AHY.

Baca: Bupati Lamsel Zainudin Hasan Adik Ketua MPR Zulkifli Hasan Kena OTT KPK Hartanya Rp 13,3 Miliar

Wapres Jusuf Kalla 5
Wapres Jusuf Kalla (Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere)

"Karena beliau ingin istirahat (dari dunia politik). Beliau memberi gestur politik yang tidak diucapkan, jadi kita melihatnya seperti itu. Pak JK menyampaikan sesuatu tanpa kata-kata, kalau mau ini (Anies) saja," kata Ferdinand kepada Kompas.com, Kamis (5/7/2018).

Menurut Ferdinand, opsi untuk menduetkan AHY dengan Gubernur DKI Jakarta itu juga muncul dari kader Partai Demokrat.

Oleh karena itu, wacana tersebut sangat mungkin untuk terwujud. Apalagi, menurut Ferdinand, jika duet ini juga didukung oleh Jusuf Kalla.

"Tapi Kami sampai sekarang belum menentukan sikap, masih menampung masukan kader kami," ucap Ferdinand.

Ferdinand pun meyakini, penolakan Kalla bukan karena ia tidak bersedia berkoalisi dengan Partai Demokrat dan berpasangan dengan AHY yang kini menjabat Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat untuk Pilpres 2019.

Baca: Pria Ini Ngaku Bos Pesan ke Karyawan Kalau Sudah Rp 20 Juta Tutup Bon, Saya Hanya Bawa Rp 21 Juta

Menurut dia, penolakan tersebut lebih disebabkan karena Kalla memang sudah ingin pensiun dari dunia politik seperti yang sering ia nyatakan ke media.

Namun, ia meyakini Kalla masih akan terlibat dalam kontestasi politik 2019 dari balik layar.

"Jadi Pak JK ini sebagai king maker," kata dia.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi sebelumnya mengungkapkan, Jusuf Kalla sudah menolak wacana Partai Demokrat untuk menduetkannya dengan AHY dalam Pemilu Presiden 2019.

"Dia (Kalla) sudah tolak, dia (Kalla) enggak mau, sudah kasih tahu ke Demokrat, dia (Kalla) tidak bisa lagi. Pak JK sudah kasih tahu langsung," kata Sofjan di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Sofjan menegaskan, Kalla akan tetap memegang teguh keputusannya untuk lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga setelah pensiun sebagai wapres nantinya.

Kalla, kata dia, pasti akan membantu Jokowi menghadapi pilpres mendatang.

Baca: Ternyata Ini Alasan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Ganti Nama

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir, Jusuf Kalla dan Anies Baswedan kerap tertangkap kamera sedang bersama.

Misalnya, pada Jumat (29/6/2018) lalu seusai rapat persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018, Kalla mengantarkan Anies ke Balai Kota DKI Jakarta.

Kebersamaan Kalla dengan Anies berlanjut. Pada Selasa (3/7/2018) malam, saat acara Halalbihalal dan Ulang Tahun ke-65 Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, keduanya juga datang bersamaan dalam satu mobil.

Terakhir, pada Rabu (4/7/2018), Kalla dan Anies kembali diketahui satu mobil datang ke acara Silaturahim dan Halalbihalal Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Publik tentu saja sangat penasaran siapa calon presiden dan wakil presiden yang bertarung di Pilpres 2019.

Tapi semuanya akan terungkap mengingat pendaftaran pemilihan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2019 akan dibuka pada 4-10 Agustus 2018.(*)

Baca: 100 Ribu Produk Kosmetik yang Diamankan BPOM Bernilai Rp 7,6 M

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Dapat Info Akurat, Effendi Simbolon Bilang 4 Partai Telah Sepakat Usung Anies-AHY di Pilpres 2019 dan Kompas.com dengan judul: Politisi Demokrat Anggap Jusuf Kalla Beri Sinyal Duet Anies-AHY

Editor: ismed
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved