Wisata Belitong

Wisata dan Petualangan Seru di Pulau Leebong

Tujuan mereka ke Pulau Leebong (Lelebong), yakni pulau kecil seluas 37 hektare yang khusus wisata dan petualangan di pantai barat Pulau Belitung.

Wisata dan Petualangan Seru di Pulau Leebong
pos belitung
Rombongan wisatawan dari Philipina menikmati fasilitas rumah pohon di kawasan wisata Pulau Leebong, Kamsi (19/7). 

Laporan wartawan Pos Belitung, MC Tedja Pramana

POSBELITUNG.CO, BADAU - Perahu motor mulai bergerak dari dermaga Pelabuhan Tanjung Ru, wilayah Kecamatan Badau. Perahu ditumpangi sekitar 15 orang yakni satu rombongan wisatawan dari Jakarta empat orang, dua mahasiswi kakak adik asal Rusia yang sedang liburan, penulis serta beberapa pemandu wisata.

Tujuan mereka ke Pulau Leebong (Lelebong), yakni pulau kecil seluas 37 hektare yang khusus wisata dan petualangan di pantai barat Pulau Belitung.

Perahu bergerak perlahan di perairan yang hari itu sedang pasang surut. Banyak gosong pasir muncul di permukaan perairan itu, sehingga perahu harus memutar cukup jauh agar tidak kandas. Walau perjalanan menjadi lebih lama, namun para wisatawan tak merasa bosan, karena disuguhi pemandangan yang indah.

Air laut yang jernih sehingga terlihat ikan-ikan di dalamnya, pulau-pulau kecil dengan pantai berpasir putih dipadu hutan mangrove di sisi lain pulau yang belum terjamah tangan manusia.

Tak berapa lama, perahu mulai mendekati gosong pasir yang dibangun berbagai fasilitas di diatasnya. Gosong yang cukup luas itu didirikan gazebo, ayunan, payung besar serta dermaga kayu yang dilengkapi ruang ganti. Dua mahasiswi asal Rusia langsung menceburkan diri dan berenang di air laut yang jernih.

"Dua orang itu mahasiswi kakak adik asal Rusia yang lagi liburan. Namanya Rina dan Rita, seperti nama orang Indonesia. Ayahnya sedang membantu menangani homestay di Tanjungtinggi," kata Trisno, pemandu wisata yang menemani dua wisatawan Rusia itu kepada Pos Belitung, Kamis (19/7).

Saat itu di gosong pasir ada beberapa rombongan lainnya seperti rombongan ibu-ibu dari Jakarta serta rombongan wistawan dari Hongkong. Memang gosong pasir ini masuk dalam paket wisata Pulau Leebong.

Sebelum wisatawan sampai ke Leebong, mereka diajak ke gosong pasir tersebut terlebih dahulu. Puas bermain di tempat itu, perahu kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Leebong.

Pulau Leebong adalah pulau kecil yang unik dipersiapkan khusus untuk tujuan wisata dan petualangan yang berlokasi di perairan pantai barat Pulau Belitung. Hal ini terbilang tidak biasa, sebab destinasi wisata unggulan Kabupaten Belitung seperti Pulau Lengkuas, Pulau Kepayang, Pulau Burung dan lainnya berada di pantai barat laut Belitung.

"Awalnya orang pesimis saya membangun Pulau Leebong. Travel agen dak berani jual, karena mahal katanya. Tapi saya genjot terus pasarnya, akhirnya wisatawan minta sendiri ke pihak travel agen untuk wisata ke Leebong. Tidak hanya wisatawan domestik, bahkan mancanegera. Mereka dapat informasi dari internet," kata Anton Gozelie, owner Pulau Leebong kepada Pos Belitung, Kamis (91/7) lalu.

Menurutnya, Pulau Leebong berkontribusi memperpanjang waktu kunjungan wisatawan ke Belitung. Berwisata ke Belitung seperti Pulau Lengkuas, pantai bisa ditempuh hanya dalam waktu sehari, dan hari kedua biasanya ke Beltung Timur (Beltim).

Travel agen biasanya sudah kebingungan tamu mau diajak kemana hari ketiga. "Nah Leebong bisa dieksplor wisatawan sehari, bahkan bisa dua hari menginap di sini," kata Anton.

Leebong merupakan pulau pribadi dengan fasilitas yang baik. Wisatawan dapat menikmati gosong pasir dengan berbagai fasilitas yang dibangun diatasnya, permainan kayak, jetski, banana boat hingga sepeda. Di tempat ini juga dilengkapi dengan restoran, cottage, rumah pohon, gazebo, track, kedai kopi hingga minimarket.

Pulau Leebong terletak sekitar 32 kilometer kearah selatan Kota Tanjungpandan. Bila menggunakan kendaraan sendiri atau ikut tour travel, dari Kota Tanjungpandan ke arah Pelabuhan Tanjung Ru, Pegantungan, Badau.

Perjalanan dari dermaga pelabuhan ke Leebong hanya membutuhkan waktu 15 menit. Sebelumnya harus menghubungi pengelola pulau terkait harga dan ketersediaan kapal. (*)

Penulis: tedja pramana
Editor: tedja pramana
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved