8 Tahun Penjual Asal Garut Ini Jualan Bendera di Tanjungpandan
Sudah 8 tahun, Setiawan rutin ke Belitung buat berjualan bendera. Pria asli Garut ini setiap hari berjualan di dekat Gedung Nasional
Laporan Wartawan Pos Belitung, Adelina Nurmalitasari
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sudah 8 tahun, Setiawan rutin ke Belitung buat berjualan bendera. Pria asli Garut ini setiap hari berjualan di dekat Gedung Nasional, Tanjungpandan dari jam 6 pagi hingga sore hari.
Tak hanya di dekat Gedung Nasional, Setiawan juga menjual bendera di Jalan Sriwijaya.
"Barangnya bawa dari Garut, beli kain modalin orang buat dipotong dan dijahit," katanya pada Kamis (2/8/2018).
Harga bendera yang dijualnya beragam sesuai ukuran. Bendera dijualnya dengan harga mulai Rp 30.000. Sedangkan bekron dijualnya dengan kisaran Rp 500 ribu hingga Rp 550 ribu.
Selain Setiawan, penjual bendera lainnya Fajar mengatakan sudah seminggu ini dirinya berada di Belitung buat menjual bendera-bendera jelang hari kemerdekaan ini. Fajar yang juga berasal dari Garut, Jawa Barat mengatakan pertama kalinya ke Belitung buat jualan bendera.
"Baru ini ikut teman. Sebelumnya saya juga pernah sekali jualan di Jawa Timur tapi gagal pulang gak nutup modal," cerita pria berumur 19 tahun itu.
Fajar menjual bendera berukuran 100x20 sentimeter dijualnya seharga Rp 50.000 sedangkan ukuran 100x80 sentimeter harganya Rp 90.000.
"Kalau bekron bendera, harganya Rp 250 ribu ukuran 5 meter, kalau ukuran 10 meter Rp 500 ribu," katanya sembari berjualan di Jalan Sudirman dekat Masjid Agung Al Mabrur, Tanjungpandan. (*)